Elia Mengeluh di Gua
1 Raja-raja 19:10
Elia di Gunung Horeb
PerikopElia di Gunung Horeb · 1 Raja-raja 19:1-18 →“Dia menjawab, “Aku sungguh-sungguh bertekun bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena keturunan Israel telah meninggalkan perjanjian-Mu. Mereka telah meruntuhkan mazbah-mazbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang, dan hanya aku yang masih ditinggalkan sendiri, dan mereka berusaha mencabut nyawaku.””1 Raja-raja 19:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jawabnya: "Aku bekerja segiat- giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah- mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi- Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku."”1 Raja-raja 19:10 · TB
Terjemahan Baru
“Elia menjawab, "Ya TUHAN, Allah Yang Mahakuasa, saya selalu bekerja hanya untuk Engkau sendiri. Tetapi umat Israel melanggar perjanjian mereka dengan Engkau. Mereka membongkar mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu. Hanya saya sendirilah yang tinggal, dan sekarang mereka mau membunuh saya!"”1 Raja-raja 19:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jawab Elia, “Aku bekerja dengan sangat giat demi Engkau, ya TUHAN Panglima Semesta! Tetapi umat Israel sudah melanggar perjanjian dengan Engkau. Mereka merobohkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh para nabi-Mu. Tinggal aku sendiri yang masih hidup, dan sekarang mereka mau membunuhku.””1 Raja-raja 19:10 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he said, I have been very jealous for the LORD God of hosts: for the children of Israel have forsaken thy covenant, thrown down thine altars, and slain thy prophets with the sword; and I, even I only, am left; and they seek my life, to take it away.”1 Raja-raja 19:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Raja-raja 19:10?
Elia mengungkapkan kelelahan dan keputusasaannya: ia sudah berjuang untuk TUHAN, tapi Israel meninggalkan perjanjian, meruntuhkan mazbah, membunuh nabi, dan tinggal dia sendiri yang diancam. Ini menunjukkan betapa sendirian dan frustasinya dia, meski sebenarnya masih ada 7.000 orang lain.
Latar belakang
Keluhan Elia
Di dalam gua, Elia merasa sendirian dan putus asa. Dia mengaku telah bersungguh-sungguh melayani Tuhan, tetapi umat Israel telah murtad, meruntuhkan altar, dan membunuh nabi-nabi. Dia merasa hanya dirinya yang tersisa dan nyawanya pun terancam.
Di mana
Gunung Horeb
Di dalam gua, setelah perjalanan 40 hari
Kapan
~860 SM
Kerajaan Terbagi
Yang berbicara
Elia
Nabi Tuhan yang baru saja melarikan diri dari ancaman Izebel
Kepada
TUHAN
Allah Israel yang bertanya kepadanya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
קַנֹּא
qanno · bertekun
cemburu atau bergairah untuk membela nama Tuhan
עָזַב
azav · meninggalkan
meninggalkan, mengabaikan, atau melalaikan perjanjian
בָּקַשׁ נַפְשִׁי
baqash nafshi · mencabut nyawaku
mencari nyawaku, yaitu berusaha membunuhku
Kata 'bertekun' sebenarnya adalah 'cemburu' yang menunjukkan semangat membela Tuhan, tetapi Elia juga merasa ditinggalkan dan terancam. Ini menunjukkan pergumulan antara semangat dan keputusasaan.
Tahukah kamu
Gunung Horeb
Gunung Horeb sering disamakan dengan Gunung Sinai, tempat Musa menerima Sepuluh Perintah Allah. Ini adalah tempat yang penuh makna sejarah bagi bangsa Israel.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Raja-raja 19:10
Roma 11:3
Paulus mengutip
“Tuhan, nabi-nabi-Mu telah mereka bunuh dan mezbah-mezbah-Mu telah mereka rubuhkan; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku.”
1 Raja-raja 19:14
Pengulangan keluhan
“Aku sungguh-sungguh bertekun bagi TUHAN, Allah semesta alam karena keturunan Israel telah meninggalkan perjanjian-Mu...”
Keluaran 33:22
Tuhan lewat di gunung
“Ketika kemuliaan-Ku lewat, Aku akan menempatkan engkau dalam lekuk gunung ini dan menutup engkau dengan tangan-Ku sampai Aku lewat.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Raja-raja 19:10
✕ Sering dikira
Elia tampak sombong karena merasa dirinya satu-satunya yang setia.
✓ Yang sebenarnya
Elia sedang putus asa dan merasa gagal, bukan sombong; Tuhan kemudian menegur dan memberikan perspektif baru.
✕ Sering dikira
Kata 'bertekun' di sini berarti 'berdoa dengan tekun'.
✓ Yang sebenarnya
Kata aslinya adalah 'cemburu' atau 'bergairah', yang menunjukkan semangat membela nama Tuhan, bukan sekadar ketekunan.
Renungan
Renungan Singkat 1 Raja-raja 19:10
Saat kita merasa semua orang menentang kita dan tak ada yang peduli, kita perlu ingat bahwa Tuhan selalu punya umat yang tersisa. Jangan isolasi diri; carilah komunitas dan dukungan yang Tuhan sediakan.
Tuhan, saat aku merasa sendirian, ingatkan aku bahwa kasih-Mu tidak pernah meninggalkan aku dan bahwa ada banyak orang yang Kau kasihi di sekitarku. Amin.