Ejekan Elia

1 Raja-raja 18:27

Elia di Gunung Karmel

Saat siang hari, Elia mengejek mereka, katanya, “Panggil dengan suara nyaring! Sebab dialah ilah. Mungkin dia sedang dalam perenungan, atau mungkin sedang ada urusan, atau mungkin dia sedang berada di jalan, mungkin dia sedang tidur dan harus dibangunkan.”

1 Raja-raja 18:27 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Raja-raja 18:27?

Elia mengejek para nabi Baal dengan sindiran bahwa Baal mungkin sedang sibuk, tidur, atau di jalan. Ini menunjukkan betapa bodohnya menyembah berhala yang tidak berdaya.

Latar belakang

Elia mengejek dengan sarkasme

Elia menyindir Baal dengan saran yang ironis: mungkin Baal sedang buang air, bepergian, atau tidur. Ini menunjukkan kepercayaan diri Elia bahwa TUHAN pasti menjawab.

Di mana

Gunung Karmel

Di dekat mazbah, pada siang hari

Kapan

~870 SM

Kerajaan Terbagi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Panggilan Baal tidak dijawab
Api TUHAN turun
Kamu di sini
E

Yang berbicara

Elia

Nabi Tuhan yang berani, ~60 tahun

N

Kepada

Nabi-nabi Baal

450 nabi Baal yang melayani Izebel

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

קוֹל גָּדוֹל

kol gadol · nyaring

suara keras

שִׂיחַ

siyach · perenungan

merenung atau berbicara sendiri

שֵׁנָה

shenah · tidur

tidur, terlelap

Kata-kata ejekan ini menyoroti kelemahan Baal: dia butuh dibangunkan, kontras dengan TUHAN yang tidak pernah tidur.

Tahukah kamu

Istilah 'buang air' dalam bahasa Ibrani

Kata yang dipakai bisa berarti 'membuang air besar' atau 'berak', ejekan yang sangat kasar.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Raja-raja 18:27

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Raja-raja 18:27

✕  Sering dikira

Elia kejam dan tidak menghormati.

✓  Yang sebenarnya

Ini ejekan khas nabi untuk menunjukkan kebodohan penyembahan berhala.

✕  Sering dikira

Baal benar-benar sedang tidur.

✓  Yang sebenarnya

Elia sarkastik, karena Baal tidak ada dan tidak berkuasa.

Renungan

Renungan Singkat 1 Raja-raja 18:27

Ejekan Elia mengingatkan kita bahwa berhala apa pun, seperti uang, popularitas, atau kekuasaan, tidak mampu menolong. Kita perlu mengarahkan hati hanya kepada Allah yang hidup.

Bapa, jauhkan kami dari penyembahan berhala dan mampukan kami mengandalkan Engkau saja. Amin.