Paulus pun berbahasa lidah, malah lebih banyak

1 Korintus 14:18

Aturan main untuk ibadah yang sehat

Aku bersyukur kepada Allah bahwa aku berbicara dalam bahasa-bahasa lidah lebih dari kamu semuanya.

1 Korintus 14:18 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Korintus 14:18?

Paulus bersyukur bahwa ia berbicara dalam bahasa lidah lebih banyak dari mereka semua, tetapi ia menekankan bahwa hal itu tidak lebih penting daripada membangun jemaat.

Latar belakang

Bukan iri, malah ahli

Paulus membongkar kemungkinan tuduhan: ia bersyukur bahwa ia berbahasa lidah lebih banyak dari mereka semua. Jadi kritiknya bukan karena iri atau tak punya — ia justru sangat berpengalaman dalam hal itu.

Di mana

Korintus

Konteks pribadi Paulus di luar pertemuan jemaat

Kapan

~55 M

Perjalanan misi ketiga Paulus

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Syukur tak membangun
Lima kata vs sepuluh ribu
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Paulus

Mengaku punya karunia yang sama, supaya kritiknya adil

J

Kepada

Jemaat Korintus

Yang mungkin mengira Paulus iri pada karunia itu

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

εὐχαριστῶ

eucharistō · thank

bersyukur, berterima kasih

γλώσσαις

glōssais · tongues

bahasa-bahasa lidah

μᾶλλον

mallon · more than

lebih, melebihi

Paulus bersyukur punya karunia lidah lebih banyak — kritiknya datang dari pengalaman, bukan iri.

Tahukah kamu

Kartu truf Paulus

Dengan mengaku 'lebih dari kamu semua', Paulus mematahkan tuduhan bahwa ia meremehkan karunia yang tak ia miliki. Ia bicara dari pengalaman.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Korintus 14:18

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Korintus 14:18

✕  Sering dikira

"Paulus melarang karena ia tak bisa."

✓  Yang sebenarnya

Ia justru mengaku berbahasa lidah lebih banyak dari semua jemaat.

✕  Sering dikira

"Banyak berbahasa lidah berarti lebih rohani."

✓  Yang sebenarnya

Paulus punya banyak, tapi tetap memprioritaskan yang membangun orang lain.

Renungan

Renungan Singkat 1 Korintus 14:18

Karunia rohani apa pun yang kita miliki, janganlah menjadi sombong. Gunakanlah dengan rendah hati dan utamakan hal-hal yang membangun orang lain.

Bapa, terima kasih atas karunia yang Kau berikan. Ajari aku untuk menggunakannya dengan bijaksana, selalu mengutamakan kasih dan pembangunan jemaat. Amin.