Pertanyaan retoris—di mana para pemikir terkenal itu?
1 Korintus 1:20
Tantangan kepada kebanggaan intelektual Yunani
“Di manakah orang yang bijak? Di manakah ahli Taurat? Di manakah ahli debat zaman ini? Bukankah Allah telah membuat bodoh hikmat dunia ini?”1 Korintus 1:20 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?”1 Korintus 1:20 · TB
Terjemahan Baru
“Nah, apa gunanya orang-orang arif itu? Apa gunanya mereka yang berilmu? Apa gunanya ahli-ahli pikir dunia ini? Allah sudah menunjukkan bahwa kebijaksanaan dunia ini adalah omong kosong belaka!”1 Korintus 1:20 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Maka sekarang, semua orang yang bijak, yang berpendidikan tinggi, maupun ahli-ahli debat seharusnya merasa malu. Allah sudah membuat ilmu duniawi menjadi kebodohan.”1 Korintus 1:20 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Where is the wise? where is the scribe? where is the disputer of this world? hath not God made foolish the wisdom of this world?”1 Korintus 1:20 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Korintus 1:20?
Paulus menantang para ahli Taurat, orang bijak, dan ahli debat zaman itu. Pertanyaannya retoris: di manakah mereka yang dianggap bijak? Allah telah menunjukkan bahwa hikmat dunia ini bodoh di hadapan-Nya. Maksudnya, semua kebijaksanaan manusia tidak mampu membawa kita mengenal Allah; hanya Allah yang berdaulat.
Latar belakang
Retorika yang dirancang untuk membuat mereka berpikir
Dengan pertanyaan-pertanyaan: 'Di manakah orang yang bijak? Di manakah ahli Taurat? Di manakah ahli debat zaman ini?' Paulus menunjukkan sesuatu yang fundamental—semua orang yang dihormati untuk kebijaksanaan intelektual mereka tidak memiliki jawaban untuk masalah kemanusiaan paling mendasar: keselamatan dan relasi dengan Allah. Mereka yang terkesan dengan filosofi Yunani dan keahlian berbicara harus menyadari bahwa para ahli ini 'membuat bodoh' kebijaksanaan dunia.
Di mana
Korintus
Kota penuh dengan filosofi Yunani, sekolah retorika, dan pemikir terkenal
Kapan
~53 M
Paulus menantang basis dari budaya Yunani yang mereka hargai
Yang berbicara
Paulus
Rasul yang meragukan prestise intelektual dunia
Kepada
Orang-orang Korintus yang terkesan dengan filosof dan retor
Mereka yang menghargai pengetahuan budaya dan keterampilan berbicara
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ποῦ
pou · Where
di mana; memulai serangkaian pertanyaan yang menunjukkan ketidakberpengaruhan
γραμματεύς
grammateus · scribe
ahli Taurat, penulis Yahudi; ahli dalam hukum dan tradisi
συζητητής
syzētetēs · disputant
ahli debat; mereka yang terkenal karena kemampuan berdebat dan berdiskusi
Pertanyaan retoris Paulus membuat audiens aktif dalam berpikir. Mereka harus mengakui bahwa meski ahli-ahli ini ada, mereka tidak memiliki jawaban untuk masalah spiritual paling mendasar.
Tahukah kamu
Kehidupan pribadi Paulus dengan filosofi
Paulus sendiri adalah seorang pria berpendidikan. Dia belajar dari Gamaliel, salah satu guru Yahudi terbesar. Dia mengerti Kitab Suci dan argumen teologis. Tetapi dia tidak mengatakan pendidikan buruk; dia mengatakan pendidikan, bahkan yang terbaik sekalipun, tidak sama dengan kebijaksanaan dari Tuhan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Korintus 1:20
Kolose 2:8
Paulus menunjukkan perhatian serupa tentang filosofi Yunani
“Hati-hatilah agar tidak ada orang yang membuat kalian menjadi budak melalui filosofi yang kosong”
Kisah-kisah 17:22-31
Paulus berhadapan langsung dengan filosofi Yunani di Atena
“Paulus berdiri di Mars Hill dan berbicara kepada para filsof Atena”
Filipi 3:8
Paulus secara pribadi telah mengalami apa yang dia katakan—pendidikan dunia tidak sebanding dengan Kristus
“Aku menganggap semuanya itu rugi karena Aku lebih menyukai memiliki Kristus”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Korintus 1:20
✕ Sering dikira
"Paulus mengatakan pikiran dan analisis intelektual tidak berharga"
✓ Yang sebenarnya
Paulus mengatakan kebijaksanaan budaya manusia tidak dapat menyelamatkan. Dia tidak mengatakan untuk tidak berpikir, tetapi untuk berpikir dengan tatanan nilai berbeda.
✕ Sering dikira
"Ahli Taurat dan filosof dikritik karena tidak percaya Kristus"
✓ Yang sebenarnya
Paulus mengkritik ketergantungan pada kebijaksanaan duniawi sebagai sumber utama kebenaran, lepas dari apa yang mereka percayai secara pribadi.
Renungan
Renungan Singkat 1 Korintus 1:20
Kita hidup di zaman yang memuja kecerdasan dan pengetahuan. Namun, sadarilah bahwa semua itu tidak cukup untuk mengenal Allah. Jangan biarkan gelar atau kepandaian membuatmu merasa lebih hebat dari orang lain, karena Allah melihat hati.
Ya Allah, tolong aku untuk tidak menyombongkan diri dengan pengetahuanku, tetapi mencari-Mu dengan hati yang rendah. Amin.