Abad 1 M
Tomas
Murid yang ragu lalu menyembah
Siapa Itu Tomas?
Tomas adalah salah satu dari dua belas murid Yesus, dan namanya sering disebut dalam daftar rasul di Injil-injil. Ia dikenal dengan julukan 'Didimus', yang berarti 'kembar' dalam bahasa Yunani. Meskipun hanya muncul beberapa kali dalam Alkitab, perannya sangat penting, terutama dalam Injil Yohanes, di mana ia menunjukkan baik keberanian maupun keraguan yang sangat manusiawi. Kisahnya mengajarkan kita bahwa iman tidak selalu linear, dan bahwa pertanyaan serta keraguan bisa menjadi bagian dari perjalanan iman yang sehat.
Dalam Yohanes 11, ketika Yesus memutuskan untuk kembali ke Yudea meskipun orang-orang Yahudi mengancam akan melempari Dia dengan batu, Tomas berkata kepada murid-murid lain, 'Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.' Ini menunjukkan keberanian dan loyalitasnya yang luar biasa, meskipun ia mungkin tidak sepenuhnya mengerti rencana Yesus. Kemudian, dalam Yohanes 14, Tomas dengan jujur bertanya, 'Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke sana?' Pertanyaan ini membuka kesempatan bagi Yesus untuk mengajarkan salah satu pernyataan-Nya yang paling terkenal: 'Akulah jalan, kebenaran, dan hidup.' Tomas tidak takut untuk menunjukkan kebingungannya, dan justru melalui pertanyaannya, kita mendapatkan pengajaran yang dalam tentang jalan menuju Bapa.
Puncak kisah Tomas terjadi dalam Yohanes 20, setelah kebangkitan Yesus. Ketika murid-murid lain melihat Yesus, Tomas tidak hadir, dan ia menolak untuk percaya kecuali ia melihat dan menyentuh bekas luka-Nya. Seminggu kemudian, Yesus menampakkan diri dan mengundang Tomas untuk memeriksa luka-Nya. Respons Tomas adalah pengakuan iman yang paling jelas dalam Injil: 'Tuhanku dan Allahku!' Yesus kemudian berkata, 'Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.' Kisah ini relevan bagi kita hari ini karena banyak dari kita juga bergumul dengan keraguan. Tomas menunjukkan bahwa keraguan tidak perlu menjadi penghalang untuk bertemu dengan Yesus; sebaliknya, saat kita jujur tentang kebingungan kita, Yesus datang menemui kita di tengah-tengahnya, dan iman kita bisa menjadi lebih dalam dan lebih pribadi. Tomas membuktikan bahwa iman yang sejati sering lahir dari pergumulan yang jujur.