~1400-an SM
Musa
Pangeran Mesir yang menjadi pembebas Israel
Siapa Itu Musa?
Lahir sebagai bayi buangan, dibesarkan di istana Firaun, lalu kabur ke padang gurun selama 40 tahun — hidup Musa adalah bukti bahwa Allah tidak terburu-buru membentuk seseorang. Kisahnya dimulai dengan tindakan berani ibunya yang menyembunyikannya di sungai Nil, lalu diangkat oleh putri Firaun. Meskipun tumbuh dengan segala kemewahan Mesir, Musa memilih untuk membela bangsanya yang tertindas, dan akhirnya harus melarikan diri ke Midian setelah membunuh seorang mandor Mesir.
Ketika Tuhan memanggilnya dari semak yang menyala, Musa merasa tidak layak dan penuh keraguan. Namun Tuhan meyakinkannya dengan tanda-tanda ajaib dan menjanjikan penyertaan. Musa kembali ke Mesir untuk menghadap Firaun, dan setelah sepuluh tulah yang dahsyat, akhirnya Israel dibebaskan. Di tepi Laut Merah, mereka menyaksikan mujizat terbesar: air terbelah untuk mereka lewati, sementara tentara Mesir tenggelam. Di Gunung Sinai, Musa menerima Sepuluh Perintah yang menjadi dasar perjanjian antara Allah dan umat-Nya.
Meskipun memimpin umat melalui padang gurun selama 40 tahun, Musa sendiri tidak diizinkan masuk ke Tanah Perjanjian karena ketidaktaatannya. Dari puncak gunung Nebo, ia melihat tanah yang dijanjikan, lalu meninggal dan dikuburkan oleh Tuhan. Kisahnya mengajarkan bahwa kepemimpinan sejati lahir dari kerendahan hati dan ketergantungan pada Allah, bukan dari kekuatan sendiri. Bagi kita hari ini, Musa mengingatkan bahwa kegagalan bukan akhir dari panggilan, dan bahwa Tuhan sanggup memakai siapa pun — bahkan yang merasa tidak pandai bicara atau penuh ketakutan — untuk menjadi alat pembebasan bagi sesama.