~1800 SM
Yusuf
Dari sumur dan penjara ke istana Mesir
Siapa Itu Yusuf?
Dijual saudara-saudaranya sendiri, difitnah, dipenjara, dilupakan — lalu diangkat menjadi orang kedua di Mesir. Kisah Yusuf adalah kisah tentang Allah yang merancangkan kebaikan dari kejahatan manusia.
Yusuf adalah anak kesayangan Yakub, yang memberinya jubah berwarna-warni sebagai tanda kasih sayang. Mimpi-mimpinya tentang saudara-saudaranya yang tunduk padanya membuat mereka iri hingga mereka menjualnya menjadi budak. Di Mesir, Yusuf bekerja di rumah Potifar, tetapi karena menolak godaan istri Potifar, ia difitnah dan dipenjarakan. Di penjara, Yusuf tetap setia dan Tuhan menyertainya, sehingga ia diberi kepercayaan untuk mengurus tahanan lain dan mengartikan mimpi kepala juru minum dan juru roti.
Ketika Firaun bermimpi tentang tujuh tahun kelimpahan dan tujuh tahun kelaparan, Yusuf dipanggil untuk mengartikannya. Dengan hikmat dari Tuhan, Yusuf memberikan rencana penyimpanan gandum, sehingga Firaun mengangkatnya menjadi penguasa atas seluruh Mesir. Saat kelaparan melanda, saudara-saudara Yusuf datang membeli gandum, dan Yusuf menguji mereka sebelum akhirnya memperkenalkan diri dan mengampuni mereka. Kata-katanya, 'Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan,' menjadi inti dari kisah ini: bahwa Allah sanggup memakai penderitaan untuk tujuan yang lebih besar. Bagi pembaca modern, Yusuf mengajarkan tentang integritas dalam pencobaan, kesabaran dalam penantian, dan kekuatan untuk mengampuni, sekaligus mengingatkan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, bahkan dalam situasi yang paling gelap sekalipun.