Bahasa Ibrani

Selah סֶלָה

Jeda dalam Mazmur — kemungkinan aba-aba musik: berhenti, dan renungkan apa yang baru dinyanyikan.

Apa Arti Selah?

Dalam Mazmur dan Habakuk, kata "Sela" muncul sebagai semacam tanda jeda—kemungkinan instruksi musik atau liturgis—yang mengajak pendengar untuk berhenti sejenak dan merenungkan bobot kata-kata yang baru saja dinyanyikan. Terjemahan Indonesia sering membiarkannya begitu saja, sehingga nuansa pentingnya hilang: ini bukan sekadar kata, melainkan momen refleksi yang disengaja. Misalnya, dalam Mazmur 3:4, setelah mengaku bahwa Tuhan menjawab seruannya, "Sela" memberi ruang untuk meresapi keyakinan itu secara pribadi—seolah-olah berkata, "pikirkan itu dulu". Begitu pun di Mazmur 46:11, setelah menegaskan bahwa Tuhan beserta kita, jeda ini mengundang kita untuk merenungkan jaminan itu di tengah kekacauan hidup. Di Habakuk 3:3, "Sela" muncul di tengah penggambaran kemuliaan Allah, memecah alur supaya pembaca bisa berdiam dalam kekaguman akan kuasa-Nya. Jadi, kata ini penting karena mengubah pembacaan menjadi pengalaman yang lebih kontemplatif—bukan sekadar membaca cepat, tetapi berhenti, bernapas, dan membiarkan kebenaran itu meresap ke dalam hati.

Ayat-Ayat dengan Kata Selah

  1. Mazmur 3:4

    (3-5) Aku memanggil TUHAN dengan suaraku, dan Dia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus. (Sela)
    Lihat arti & konteks Mazmur 3:4
  2. Mazmur 46:11

    (46-12) TUHAN Raja bala tentara bersama kita; Allah Yakub adalah kota benteng kita. (Sela)
    Lihat arti & konteks Mazmur 46:11
  3. Habakuk 3:3

    “Allah datang dari negeri Teman dan Yang Mahakudus dari gunung Paran. (Sela) Kemuliaan-Nya menutupi semesta langit, dan bumi penuh dengan puji-pujian-Nya.
    Lihat arti & konteks Habakuk 3:3

Kata terkait