Orang banyak yang tidak tahu Taurat itu terkutuk
Yohanes 7:49
Perayaan Besar dan Kontroversi di Yerusalem
“Akan tetapi, orang banyak yang tidak tahu Hukum Taurat ini adalah terkutuk!””Yohanes 7:49 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!"”Yohanes 7:49 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi orang banyak ini, mereka tidak mengenal hukum Musa, dan bagaimanapun juga mereka sudah terkutuk."”Yohanes 7:49 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi orang banyak yang mengikuti dia itu tidak tahu apa-apa tentang hukum Taurat. Biarlah Allah menghukum mereka!””Yohanes 7:49 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But this people who knoweth not the law are cursed.”Yohanes 7:49 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yohanes 7:49?
Orang Farisi meremehkan orang banyak karena mereka tidak tahu Hukum Taurat, menyebut mereka 'terkutuk'. Ini menunjukkan sikap sombong dan merasa benar sendiri di antara para pemuka agama, yang menganggap diri lebih tinggi daripada orang biasa.
Latar belakang
Am ha-aretz: orang awam yang dianggap inferior
Istilah 'am ha-aretz' (orang-orang negeri, orang awam) dalam konteks Farisi adalah penghinaan — merujuk ke orang yang tidak tahu Taurat secara formal. Para Farisi percaya bahwa ketidaktahuan Taurat membuat seseorang tidak layak diajak bicara soal agama, bahkan 'terkutuk' karena tidak bisa menjalankan hukum dengan benar.
Di mana
Ruang pertemuan para pemimpin, Yerusalem
Ungkapan elitisme agama yang terbuka
Kapan
~30 M
Penghinaan terbuka terhadap am ha-aretz
Yang berbicara
Orang-orang Farisi
Mengungkapkan penghinaan mereka terhadap orang awam
Kepada
Para penjaga dan siapapun yang mendengar
Saksi dari arogansi religius para pemimpin
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ὄχλος
ochlos · crowd
orang banyak/rakyat jelata — kontras dengan para elite yang terpelajar
νόμον
nomon · law
Taurat/hukum — yang tidak mereka ketahui dengan sempurna
ἐπάρατοί
eparatoi · accursed
terkutuk — kata yang sangat kuat, biasa dipakai untuk orang yang dikucilkan
Orang Farisi memakai nomon (Taurat) sebagai instrumen eksklusivitas — tapi Taurat justru mengajarkan kasih dan belas kasih kepada sesama. Mereka mengkhianati jiwa Taurat sambil mengklaim menjaganya.
Tahukah kamu
Am ha-aretz: orang yang Yesus justru pilih untuk dilayani
Orang-orang yang Farisi sebut 'am ha-aretz' (dan anggap terkutuk) adalah persis orang-orang yang paling sering Yesus layani: nelayan, petani, perempuan sakit, pemungut cukai. Yesus membalikkan hierarki sosial-religius ini sepenuhnya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yohanes 7:49
Lukas 18:11
Doa orang Farisi yang Yesus kritik karena arogansi religius yang sama
“Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain... atau juga seperti pemungut cukai ini.”
Yakobus 2:5
Allah memilih yang diremehkan oleh sistem religius manusia
“Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman?”
Matius 23:4
Yesus mengkritik cara Farisi membebani orang yang sudah mereka remehkan
“Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yohanes 7:49
✕ Sering dikira
Orang Farisi benar bahwa ketidaktahuan Taurat membawa masalah rohani
✓ Yang sebenarnya
Ada kebenaran bahwa pengetahuan firman penting — tapi menyebut orang yang tidak terpelajar secara formal sebagai 'terkutuk' adalah persis kebalikan dari semangat kasih Allah kepada semua manusia
✕ Sering dikira
Semua orang Farisi berpikir seperti ini
✓ Yang sebenarnya
Nikodemus, yang juga orang Farisi, akan langsung menentang pendekatan ini di ayat berikutnya
Renungan
Renungan Singkat Yohanes 7:49
Jangan pernah meremehkan orang lain karena kurang pengetahuan atau status sosial. Setiap orang berharga di mata Tuhan, dan kita dipanggil untuk rendah hati serta mau belajar dari siapa pun.
Tuhan, jauhkan aku dari sikap sombong dan meremehkan orang lain, dan ajari aku untuk menghargai setiap orang sebagaimana Engkau menghargai mereka. Amin.