Para penjaga kembali dengan tangan kosong
Yohanes 7:45-49
Ketidakpercayaan Beberapa Pemimpin Yahudi
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Misi gagal tanpa penjelasan yang masuk akal
Para penjaga kembali ke para pemimpin tanpa Yesus. Para pemimpin marah dan segera bertanya: 'Kenapa kalian tidak bawa Dia?' Ini adegan yang mungkin canggung untuk para penjaga — mereka mendengar Yesus berbicara dan tidak sanggup menghentikan-Nya.
Di mana
Ruang pertemuan para pemimpin, Yerusalem
Pertemuan resmi para pemimpin agama
Kapan
~30 M
Laporan gagal dari para penjaga
Yang berbicara
Imam-imam kepala dan Farisi
Yang marah dan bingung karena penjaga kembali tanpa Yesus
Kepada
Para penjaga Bait Allah
Yang dikirim untuk menangkap Yesus tapi tidak berhasil
Arti tiap ayat
Penjelasan Yohanes 7:45-49 Ayat per Ayat
Yohanes 7:45
Para penjaga Bait Allah yang diperintahkan untuk menangkap Yesus kembali tanpa membawa-Nya. Ketika ditanya mengapa, mereka tidak menjawab langsung, tetapi hal ini menunjukkan bahwa mereka terkesan oleh Yesus dan tidak…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yohanes 7:46
Para penjaga Bait Allah menjawab bahwa tidak seorang pun pernah berbicara seperti Yesus. Mereka takjub akan otoritas dan hikmat-Nya. Ini menunjukkan bahwa perkataan Yesus memiliki kuasa yang unik dan berbeda dari…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yohanes 7:47
Orang-orang Farisi menanggapi dengan sinis, menganggap para penjaga itu juga telah disesatkan oleh Yesus. Mereka menutup diri terhadap kemungkinan bahwa Yesus adalah utusan Allah. Ini menunjukkan kesombongan dan keras…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yohanes 7:48
Orang-orang Farisi mempertanyakan apakah ada pemimpin atau orang Farisi yang percaya kepada Yesus. Mereka menganggap bahwa tidak ada orang penting yang percaya, sehingga Yesus pasti palsu. Ini menunjukkan bias dan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yohanes 7:49
Orang Farisi meremehkan orang banyak karena mereka tidak tahu Hukum Taurat, menyebut mereka 'terkutuk'. Ini menunjukkan sikap sombong dan merasa benar sendiri di antara para pemuka agama, yang menganggap diri lebih…
Arti lengkap, studi kata & renungan →