Yesus naik ke Yerusalem untuk Paskah
Yohanes 2:13-25
Yesus di Bait Allah
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Setiap orang Yahudi naik ke Yerusalem
Paskah adalah salah satu dari tiga festival wajib di mana orang Yahudi diwajibkan 'naik' ke Yerusalem (Keluaran 23:14-17). Kota yang biasanya berpopulasi sekitar 60.000 orang bisa membludak hingga 200.000-300.000 peziarah selama Paskah. Yesus naik bukan sebagai turis — Dia naik sebagai orang Yahudi yang taat.
Di mana
Yerusalem
Ibu kota religius dan politik Yudea, menjelang festival besar
Kapan
~30 M
Paskah pertama dalam pelayanan Yesus
Yang berbicara
Yohanes (penulis)
Murid Yesus, memberikan penanda waktu liturgis yang penting
Kepada
Pembaca Injil Yohanes
Komunitas Kristen yang memahami kalender Yahudi
Arti tiap ayat
Penjelasan Yohanes 2:13-25 Ayat per Ayat
Yohanes 2:13
Yesus naik ke Yerusalem untuk merayakan Paskah, yang merupakan kewajiban agama orang Yahudi. Ini menunjukkan bahwa Yesus menghormati hukum Taurat dan berpartisipasi dalam kehidupan keagamaan pada zaman-Nya. Perjalanan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yohanes 2:14
Di Bait Allah, Yesus melihat para pedagang yang menjual hewan kurban dan penukar uang yang mengambil keuntungan dari para peziarah. Praktik ini mengubah tempat kudus menjadi pusat bisnis, menghalangi orang-orang yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yohanes 2:15
Yesus membuat cambuk dari tali dan mengusir para pedagang beserta hewan-hewan kurban, membuang uang penukar, dan membalikkan meja mereka. Tindakan ini menunjukkan amarah yang kudus terhadap penyalahgunaan Bait Allah.…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yohanes 2:16
Yesus memerintahkan para pedagang merpati untuk membawa barang-barang mereka keluar dan berkata, 'Jangan menjadikan rumah Bapa-Ku tempat berjual beli.' Ia menyebut Bait Allah sebagai 'rumah Bapa-Ku', menegaskan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yohanes 2:17
Murid-murid mengingat perkataan dalam Mazmur, 'Cinta akan rumah-Mu menghanguskan Aku' (Mazmur 69:9). Bagi mereka, tindakan Yesus membersihkan Bait Allah bukan sekadar kemarahan, melainkan ekspresi dari semangat yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yohanes 2:18
Orang-orang Yahudi meminta Yesus menunjukkan tanda ajaib untuk membuktikan bahwa Ia berwenang membersihkan Bait Allah. Mereka tidak puas dengan tindakan-Nya saja, tetapi menuntut bukti supranatural. Permintaan ini…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yohanes 2:19
Yesus menjawab tantangan orang-orang Yahudi yang minta tanda dengan pernyataan yang tampak mustahil: hancurkan Bait Allah dan dalam tiga hari Ia akan membangunkannya. Yang Ia maksud bukan bangunan fisik, tetapi…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yohanes 2:20
Orang-orang Yahudi mendengar jawaban Yesus secara harfiah dan menganggap-Nya tidak masuk akal karena Bait Allah yang megah itu butuh 46 tahun dibangun. Mereka belum menyadari bahwa Yesus sedang berbicara tentang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yohanes 2:21
Penulis Injil menjelaskan bahwa Yesus tidak bermaksud Bait Allah yang fisik. Dia memakai istilah itu untuk tubuh-Nya sendiri. Dalam Yesus, Allah hadir sepenuhnya, dan kematian serta kebangkitan-Nya adalah 'pembangunan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yohanes 2:22
Baru setelah Yesus bangkit, murid-murid teringat perkataan-Nya dan memahaminya. Mereka percaya bahwa Kitab Suci dan perkataan Yesus saling mendukung. Iman mereka bertumbuh dari pengalaman melihat kebangkitan, bukan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yohanes 2:23
Banyak orang percaya kepada Yesus karena melihat mujizat-mujizat yang Ia lakukan selama Paskah di Yerusalem. Namun, iman yang didasarkan pada mujizat saja masih dangkal. Belum tentu mereka sungguh mengenal siapa Yesus.…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yohanes 2:24
Yesus tidak menyerahkan diri-Nya kepada orang-orang yang percaya hanya karena mujizat. Ia mengenal isi hati manusia dengan sempurna, termasuk keraguan dan motivasi yang bercampur. Karena itu, Ia tahu iman mereka belum…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yohanes 2:25
Yohanes 2:25 menegaskan bahwa Yesus tidak bergantung pada kesaksian manusia tentang sifat seseorang karena Dia sendiri mengenal semua orang secara mendalam. Ini menunjukkan keilahian Yesus, yaitu kemampuan-Nya…
Arti lengkap, studi kata & renungan →