'Kami tidak punya raja selain Kaisar!'
Yohanes 19:15
Jalan Salib: Dari Ruang Sidang ke Golgota
“Kemudian, mereka berteriak, “Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia!” Pilatus berkata kepada mereka, “Haruskah aku menyalibkan Rajamu?” Imam-imam kepala menjawab, “Kami tidak mempunyai raja selain Kaisar!””Yohanes 19:15 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka berteriaklah mereka: "Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia!" Kata Pilatus kepada mereka: "Haruskah aku menyalibkan rajamu?" Jawab imam-imam kepala: "Kami tidak mempunyai raja selain dari pada Kaisar!"”Yohanes 19:15 · TB
Terjemahan Baru
“Mereka berteriak-teriak, "Bunuh Dia! Bunuh Dia! Salibkan Dia!" Pilatus bertanya, "Haruskah saya menyalibkan rajamu?" Imam-imam kepala menjawab, "Hanya Kaisar satu-satunya raja kami!"”Yohanes 19:15 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu mereka berteriak, “Lenyapkanlah dia! Lenyapkan dia! Salibkan dia!” Pilatus berkata lagi kepada mereka, “Apakah kalian mau saya menyalibkan raja kalian?” Para imam kepala menjawab, “Kami tidak mempunyai raja yang lain selain raja tertinggi di Roma!””Yohanes 19:15 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But they cried out, Away with him, away with him, crucify him. Pilate saith unto them, Shall I crucify your King? The chief priests answered, We have no king but Caesar.”Yohanes 19:15 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yohanes 19:15?
Orang banyak berteriak 'Enyahkan Dia! Salibkan Dia!' dan Pilatus bertanya, 'Haruskah aku menyalibkan Rajamu?' Para imam kepala menjawab, 'Kami tidak mempunyai raja selain Kaisar!' Ini menunjukkan penolakan total terhadap Yesus dan pengakuan palsu bahwa mereka hanya tunduk pada Kaisar.
Latar belakang
Pengakuan yang mengkhianati segalanya
Ketika imam-imam kepala berteriak 'Kami tidak punya raja selain Kaisar!' mereka secara resmi mengingkari keyakinan mesianis Yahudi yang dipegang selama berabad-abad. Bagi orang Yahudi, hanya Allah yang adalah Raja sejati Israel. Dengan mengakui Kaisar sebagai raja satu-satunya, mereka menyangkal teologi mereka sendiri demi kepentingan politik sesaat.
Di mana
Litostrotos, depan Pretoria, Yerusalem
Ruang terbuka di depan istana gubernur, suasana panas dan tegang
Kapan
~30 M
Sengsara Yesus — momen pengakuan ironis yang mengubah segalanya
Yang berbicara
Imam-imam kepala
Para pemimpin agama yang menyangkal harapan mesianis bangsa mereka sendiri
Kepada
Pilatus dan kerumunan
Gubernur Romawi dan massa yang menyaksikan pengakuan mengejutkan dari para imam
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἆρον
enyahkan · away / take away
Hapus, singkirkan; teriakan untuk menghilangkan Yesus dari pandangan dan dari hidup
οὐκ ἔχομεν βασιλέα
kami tidak punya raja · we have no king
Penyangkalan teologis yang dalam — Israel selalu mengakui TUHAN sebagai Raja mereka
εἰ μὴ Καίσαρα
selain Kaisar · except Caesar
Pengakuan kesetiaan kepada penguasa kafir yang bertentangan dengan teologi Israel
Teriakan 'tidak punya raja selain Kaisar' adalah penyangkalan teologis terbesar yang pernah diucapkan para imam Israel — mereka menolak kedaulatan Allah atas bangsa mereka demi kepentingan politik sesaat.
Tahukah kamu
Pernyataan ini adalah kontradiksi teologis
Keyakinan Israel adalah bahwa TUHAN adalah Raja mereka (Hakim 8:23; 1 Sam 8). Mengakui raja manusia selain yang diurapi Allah adalah kontradiksi serius. Para imam kepala melakukan hal yang sama yang mereka tuduhkan kepada Yesus — mengorbankan kebenaran demi keselamatan posisi mereka.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yohanes 19:15
1 Samuel 8:7
Sejarah Israel menolak raja Allah sudah dimulai sejak zaman Samuel — ayat ini adalah puncaknya
“Tuhan berkata kepada Samuel, 'Dengarkanlah perkataan rakyat itu dalam segala hal yang mereka katakan kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, melainkan Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka.'”
Mazmur 10:16
Keyakinan dasar Israel: hanya TUHAN yang adalah Raja kekal
“Tuhan adalah Raja untuk seterusnya dan selamanya.”
Yohanes 18:36
Yesus justru sudah menjelaskan bahwa kerajaan-Nya berbeda dari kerajaan dunia seperti Kaisar
“Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yohanes 19:15
✕ Sering dikira
'Pernyataan para imam ini tidak terlalu signifikan secara teologis'
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah penyangkalan teologis besar — mereka mengingkari doktrin inti Israel bahwa hanya TUHAN yang Raja
✕ Sering dikira
'Semua orang Yahudi setuju dengan imam-imam kepala ini'
✓ Yang sebenarnya
Banyak orang Yahudi biasa justru mengikuti Yesus; yang berteriak ini adalah kelompok kepemimpinan agama tertentu
Renungan
Renungan Singkat Yohanes 19:15
Kita mungkin tergoda untuk mengikuti arus dan menolak Yesus demi diterima orang lain. Ingatlah bahwa identitas kita sebagai pengikut Kristus lebih penting daripada pengakuan manusia.
Tuhan, ampuni aku jika aku pernah menolak Engkau demi hal-hal duniawi. Teguhkan hatiku untuk selalu memihak pada-Mu. Amin.