Penangkapan gagal — Yesus lolos dari tangan mereka
Yohanes 10:39
Yesus dan Bapa adalah Satu
“Sekali lagi, mereka mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia lolos dari mereka.”Yohanes 10:39 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka.”Yohanes 10:39 · TB
Terjemahan Baru
“Mereka berusaha lagi menangkap Yesus, tetapi Ia lolos dari mereka.”Yohanes 10:39 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sekali lagi mereka mencoba menangkap Yesus, tetapi ada sesuatu yang menghalangi orang-orang itu sehingga Dia terlepas dari tangan mereka.”Yohanes 10:39 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Therefore they sought again to take him: but he escaped out of their hand,”Yohanes 10:39 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yohanes 10:39?
Orang-orang Yahudi kembali mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia lolos dari mereka. Ini menunjukkan bahwa waktu dan rencana Yesus berada di bawah kendali Bapa; tidak ada yang dapat menangkap-Nya sebelum waktunya tiba. Yesus memiliki kuasa atas situasi-Nya.
Latar belakang
Lolos bukan karena lemah — tapi karena waktunya belum tiba
Yohanes mencatat 'Ia lolos dari mereka' tanpa penjelasan cara-Nya lolos. Ini sengaja ambigu. Yang penting bagi Yohanes adalah fakta bahwa Yesus tidak bisa ditangkap sampai Dia sendiri memilih untuk menyerahkan diri. Konsisten dengan klaim di ayat 18: tidak ada yang mengambil nyawa-Nya — Dia yang memberikannya ketika waktu-Nya tiba.
Di mana
Serambi Salomo, Bait Allah, Yerusalem
Kerumunan berusaha menangkap Yesus setelah argumen panjang
Kapan
~29-30 M
Hari Raya Hanukkah, Yerusalem
Yang berbicara
Yohanes (penulis)
Mencatat penangkapan yang gagal setelah diskusi panjang di Serambi Salomo
Kepada
Pembaca Injil Yohanes
Pembaca perlu tahu Yesus tidak tertangkap karena waktunya belum tiba
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
πάλιν
sekali lagi · again
Palin — pengulangan; ini bukan pertama kali mereka mencoba; pola berulang menunjukkan tekanan yang makin intens
πιάσαι
menangkap · seize/arrest
Piasai — menangkap dengan tangan; kata yang dipakai untuk penangkapan fisik, bukan sekadar pertentangan verbal
ἐξῆλθεν
lolos/keluar · escaped
Exēlthen — secara harfiah 'keluar dari'; bebas bergerak; tidak ada hambatan yang bisa menahan Yesus kecuali Dia sendiri
Piasai (menangkap fisik) gagal karena Yesus exēlthen (keluar bebas) — kebebasan pergerakan Yesus adalah bukti bahwa waktu dan cara penyerahan diri-Nya ada di tangan-Nya sendiri.
Tahukah kamu
Pola 'lolos' Yesus muncul tiga kali dalam Yohanes
Di Yoh 7:30, 8:20, dan 10:39, Yohanes mencatat Yesus tidak bisa ditangkap karena 'waktu-Nya belum tiba' atau karena Dia 'lolos'. Tapi di Yoh 18:4-8, ketika Yesus memilih untuk menyerahkan diri, Dia yang keluar dan berkata 'Akulah Dia' — dan penangkap-Nya jatuh ke tanah. Kontrolnya selalu ada pada Yesus.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yohanes 10:39
Yohanes 7:30
Pola yang sama dari Yoh 7 — penangkapan gagal karena waktu-Nya belum tiba
“...tidak seorang pun yang menjamah Dia, karena saat-Nya belum tiba.”
Yohanes 18:4-8
Saat waktunya tiba, Yesus yang mengambil inisiatif — bukan ditangkap
“Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa-Nya, maju ke depan dan berkata...”
Lukas 4:30
Yesus juga pernah lolos dari kerumunan di Nazaret yang mau melempar-Nya dari tebing
“Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yohanes 10:39
✕ Sering dikira
'Lolos berarti Yesus menggunakan kuasa supernatural untuk menjadi tak terlihat'
✓ Yang sebenarnya
Yohanes tidak menjelaskan mekanismenya — penekanannya pada fakta teologis bahwa waktu-Nya ada di tangan-Nya, bukan pada trik supernatural
✕ Sering dikira
'Yesus lolos karena takut ditangkap'
✓ Yang sebenarnya
Konteks keseluruhan Yohanes menunjukkan keberanian Yesus yang konsisten; lolos adalah keputusan yang disengaja karena misi belum selesai
Renungan
Renungan Singkat Yohanes 10:39
Tuhan memegang kendali atas hidup kita, bahkan dalam situasi sulit. Ketika kita merasa terjebak atau dikejar masalah, ingatlah bahwa rencana-Nya tidak bisa digagalkan oleh manusia. Kita bisa berserah dan percaya pada waktu-Nya.
Tuhan, ajar aku untuk percaya bahwa Engkau memegang kendali atas hidupku, dan tidak ada yang dapat menggagalkan rencana-Mu. Amin.