Air Mata Sungai

Mazmur 119:136

Hati yang Rindu pada Firman

Mataku mengalirkan arus air, karena mereka tidak memelihara taurat-Mu.

Mazmur 119:136 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 119:136?

Pemazmur menangis tersedu-sedu karena banyak orang yang tidak memelihara hukum Tuhan. Ini menunjukkan kepedulian yang dalam terhadap ketaatan bangsa, bukan hanya diri sendiri.

Latar belakang

Menangis karena Pelanggaran Hukum

Pemazmur melihat betapa banyak orang yang tidak memelihara taurat TUHAN. Ia begitu sedih sampai matanya mengalirkan air mata seperti arus sungai.

Di mana

Yerusalem

Malam hari, mungkin di dekat Bait Allah

Kapan

~950 SM

Kerajaan Israel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembagian kerajaan
Pembuangan Babel
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pemazmur

Orang beriman yang sedang menderita, bergumul dalam doa.

T

Kepada

TUHAN

Allah Israel yang setia pada janji-Nya.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

פַּלְגֵי

palgei · arus

aliran air atau saluran air

מַיִם

mayim · air

air, sering melambangkan kehidupan atau emosi

שָׁמַר

shamar · memelihara

menjaga, mematuhi dengan setia

Air mata yang mengalir deras menunjukkan kesedihan yang dalam karena orang-orang tidak menjaga firman Tuhan. Kata 'shamar' mengingatkan bahwa ketaatan adalah bentuk penjagaan yang aktif.

Tahukah kamu

Air Mata sebagai Simbol

Dalam budaya Timur Tengah kuno, menangis dengan deras adalah ekspresi duka yang lazim, dan air mata sering dianggap sebagai doa yang terdengar.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 119:136

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 119:136

✕  Sering dikira

Ayat ini hanya tentang meratapi dosa pribadi.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah ratapan karena pelanggaran umat secara umum, bukan hanya dosa sendiri.

✕  Sering dikira

Air mata adalah tanda kurang iman.

✓  Yang sebenarnya

Justru menunjukkan kasih yang dalam kepada firman dan kerinduan akan ketaatan umat.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 119:136

Apakah hatimu hancur saat melihat orang-orang di sekitarmu meninggalkan kebenaran? Gunakan kepedihan itu sebagai bahan doa dan dorongan untuk menjadi teladan yang setia.

Tuhan, berikanlah aku hati yang peduli seperti pemazmur, dan pakailah aku untuk menjadi berkat bagi mereka yang tersesat. Amin.