Takhta TUHAN di Elam

Yeremia 49:38

Hukuman atas Elam

dan Aku akan mendirikan takhta-Ku di Elam, dan menghancurkan raja-raja dan pejabat-pejabat mereka,” firman TUHAN.

Yeremia 49:38 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 49:38?

Tuhan akan mendirikan takhta-Nya di Elam dan menghancurkan raja-raja serta pejabat-pejabat mereka, menunjukkan kekuasaan-Nya atas segala bangsa.

Latar belakang

Allah mengambil alih kekuasaan

TUHAN akan mendirikan takhta-Nya di Elam, menghancurkan raja dan pejabat mereka. Ini simbol kedaulatan-Nya atas semua bangsa.

Di mana

Yerusalem

Tempat Yeremia bernubuat

Kapan

~597 SM

Awal pemerintahan Zedekia

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Nebukadnezar menaklukkan Yerusalem
Kehancuran Yerusalem
Kamu di sini
T

Yang berbicara

TUHAN

Allah semesta alam, berdaulat atas takhta dunia

O

Kepada

Orang-orang Elam

Bangsa timur dengan raja dan pejabat

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שׂוּם

sum · mendirikan

menempatkan, menetapkan

כִּסֵּא

kisse · takhta

kursi pemerintahan, simbol kekuasaan

אָבַד

avad · menghancurkan

membinasakan, memusnahkan

Kata 'sum' (menetapkan) dan 'kisse' (takhta) menunjukkan Allah secara aktif menggantikan kekuasaan Elam dengan pemerintahan-Nya, sementara 'avad' menunjukkan akhir dari kepemimpinan duniawi.

Tahukah kamu

Takhta Allah di Elam

Dalam Alkitab, takhta Allah sering dihubungkan dengan Yerusalem, tetapi di sini Allah bertindak sebagai raja atas Elam, menunjukkan otoritas-Nya di mana-mana.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 49:38

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 49:38

✕  Sering dikira

mengira Allah secara fisik duduk di Elam

✓  Yang sebenarnya

Ini bahasa kiasan untuk otoritas Allah, bukan lokasi fisik.

✕  Sering dikira

Menganggap ini hanya tentang Elam di masa lampau

✓  Yang sebenarnya

Prinsip kedaulatan Allah atas semua bangsa berlaku sepanjang masa.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 49:38

Tuhan adalah Raja atas segala sesuatu, termasuk atas bangsa-bangsa dan pemimpin-pemimpin mereka. Kita dapat hidup dengan rendah hati, mengakui otoritas-Nya dalam segala aspek kehidupan.

Ya Tuhan, biarlah Engkau bertahta dalam hati kami dan memerintah setiap keputusan kami. Amin.