Pengepungan Yerusalem Dimulai
Yeremia 39:1
Jatuhnya Kota dan Belas Kasihan Tuhan
“Pada tahun kesembilan pemerintahan Zedekia, raja Yehuda, pada bulan kesepuluh, Nebukadnezar, raja Babel, datang bersama seluruh pasukannya untuk melawan Yerusalem dan mengepungnya.”Yeremia 39:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketika Yerusalem direbut-- dalam tahun yang kesembilan pemerintahan Zedekia, raja Yehuda, dalam bulan yang kesepuluh, telah datang Nebukadnezar, raja Babel, beserta segenap tentaranya untuk mengepung Yerusalem;”Yeremia 39:1 · TB
Terjemahan Baru
“Pada bulan sepuluh tahun kesembilan pemerintahan Zedekia raja Yehuda, Nebukadnezar raja Babel dengan seluruh angkatan perangnya datang dan menyerang Yerusalem.”Yeremia 39:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“In the ninth year of Zedekiah king of Judah, in the tenth month, came Nebuchadrezzar king of Babylon and all his army against Jerusalem, and they besieged it.”Yeremia 39:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 39:1?
Ayat ini mencatat awal pengepungan Yerusalem oleh Nebukadnezar, raja Babel, pada tahun kesembilan pemerintahan Zedekia. Ini menandai puncak dari peringatan yang terus-menerus diberikan oleh Yeremia, yang telah memperingatkan bahwa perlawanan terhadap Babel akan berujung pada kehancuran. Ayat ini mengingatkan bahwa nubuat Tuhan pasti digenapi, dan malapetaka yang diumumkan bukanlah tanpa alasan, melainkan akibat dari dosa dan ketidaktaatan.
Latar belakang
Awal Akhir Yerusalem
Nebukadnezar, raja Babel, membawa seluruh pasukannya untuk mengepung Yerusalem. Ini adalah respons atas pemberontakan Zedekia, dan pengepungan ini berlangsung hampir dua tahun sebelum tembok akhirnya ditembus.
Di mana
Yerusalem
Kota yang terkepung, tahun ke-9 Zedekia
Kapan
~588 SM
Kerajaan Yehuda (akhir)
Yang berbicara
Yeremia
Nabi yang setia, ~60 tahun, menyaksikan kehancuran
Kepada
Pembaca Kitab
Orang-orang yang ingin memahami sejarah Yehuda
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
תְּשָׁעִית
tesha'it · kesembilan
Angka sembilan, menunjukkan tahun kesembilan pemerintahan Zedekia.
בָּא
ba · datang
Tiba atau datang untuk suatu tujuan, sering digunakan untuk kedatangan pasukan.
צוּר
tsur · mengepungnya
Membuat pengepungan, mengepung kota untuk memutus pasokan dan memaksa menyerah.
Ketiga kata ini menegaskan bahwa pengepungan adalah tindakan militer yang disengaja dan terencana, bukan kebetulan, dan tahun yang disebutkan menunjukkan ketepatan waktu dalam rencana Allah.
Tahukah kamu
Pengepungan yang Panjang
Pengepungan ini berlangsung sekitar 18 bulan, dan selama itu penduduk kota kekurangan makanan sehingga terjadi kelaparan parah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 39:1
2 Raja-raja 25:1
Peristiwa paralel
“Maka pada tahun kesembilan pemerintahan Zedekia, dalam bulan yang kesepuluh, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, dengan segala tentaranya menyerang Yerusalem.”
Yeremia 52:4
Pengulangan sejarah
“Maka pada tahun kesembilan pemerintahan Zedekia, dalam bulan yang kesepuluh, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, dengan segenap tentaranya menyerang Yerusalem.”
Ulangan 28:52
Akibat ketidaktaatan
“Ia akan mengepung engkau di dalam segala tempatmu sampai runtuh tembok-tembokmu yang tinggi dan berkubu, yang kaupercayai itu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 39:1
✕ Sering dikira
Pengepungan ini terjadi secara tiba-tiba tanpa peringatan.
✓ Yang sebenarnya
Nabi Yeremia telah memperingatkan berkali-kali tentang hukuman ini, tetapi raja dan rakyat tidak mau mendengar.
✕ Sering dikira
Nebukadnezar hanya ingin menaklukkan, bukan menghancurkan total.
✓ Yang sebenarnya
Tujuan pengepungan adalah untuk memaksa menyerah, tetapi karena pemberontakan, akhirnya kota dihancurkan.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 39:1
Ketika kita hidup dalam ketidaktaatan, kita mungkin berpikir kita bisa lolos dari konsekuensi. Ayat ini mengingatkan bahwa Tuhan serius dengan firman-Nya. Sudahkah kita mendengarkan peringatan-Nya sebelum terlambat? Ini mengajak kita untuk mengevaluasi hidup dan bertobat sebelum konsekuensi datang.
Tuhan, ajari aku untuk mendengarkan peringatan-Mu dan hidup dalam ketaatan, supaya aku tidak mengalami kehancuran seperti Yerusalem. Amin.