Firman Teguran

Yeremia 34:12

Perjanjian yang Dikhianati

Kemudian, firman TUHAN datang kepada Yeremia, katanya,

Yeremia 34:12 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 34:12?

Setelah mereka mengingkari perjanjian, Tuhan menyampaikan firman-Nya kepada Yeremia. Ini menunjukkan bahwa Tuhan melihat semua yang terjadi dan Ia tidak tinggal diam. Ia akan menegur dan menghakimi tindakan yang tidak setia.

Latar belakang

Allah Merespons

Setelah pembatalan perjanjian oleh rakyat, TUHAN menyampaikan firman-Nya kepada Yeremia. Ini adalah respons langsung Allah terhadap tindakan mereka, menegaskan bahwa Dia melihat dan menilai ketidaksetiaan mereka.

Di mana

Yerusalem

Dalam konteks kota yang terkepung

Kapan

~588 SM

Menjelang kejatuhan Yerusalem

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembatalan perjanjian
Hukuman Allah
Kamu di sini
T

Yang berbicara

TUHAN

Allah Israel, yang berfirman melalui Yeremia

Y

Kepada

Yeremia

Nabi TUHAN, menyampaikan pesan Allah

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

דְּבַר

devar · firman

Perkataan, pesan

הָיָה

hayah · datang

Terjadi, menjadi

יְהוָה

YHWH · TUHAN

Nama pribadi Allah, Yahweh

Kata 'firman' dan 'datang' menunjukkan bahwa pesan Allah adalah peristiwa yang aktif; Tuhan tidak diam, tetapi berbicara langsung ke dalam situasi manusia.

Tahukah kamu

Firman yang Tiba

Frasa 'firman TUHAN datang' (hayah devar-YHWH) muncul berulang kali dalam kitab Yeremia, menandai momen penting ketika Allah berbicara dalam sejarah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 34:12

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 34:12

✕  Sering dikira

Mengira Allah hanya marah tanpa alasan.

✓  Yang sebenarnya

Kemarahan Allah adalah respons atas pelanggaran perjanjian yang serius.

✕  Sering dikira

Menganggap firman ini hanya untuk Yeremia, bukan untuk kita.

✓  Yang sebenarnya

Firman ini mengajarkan tentang kesetiaan Allah dan konsekuensi ketidaksetiaan manusia.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 34:12

Tuhan tidak pernah tutup mata terhadap ketidakadilan. Jika kita berbuat salah, segera bertobatlah. Jangan tunggu sampai teguran Tuhan datang, karena Ia menginginkan kita hidup dalam kebenaran.

Tuhan, peka lah hatiku terhadap dosa dan segera bertobat setiap kali aku jatuh. Amin.