Pembagian Tanah dari Utara
Yehezkiel 48:1
Visi Kota Allah: Yehezkiel 48
PerikopTanah untuk Suku Israel · Yehezkiel 48:1-29 →““Inilah nama-nama dari suku-suku: dari yang paling utara, di samping jalan Hetlon ke Hamat, sejauh Hazar-Enon, perbatasan Damsyik, ke arah utara di samping Hamat, dan memanjang dari timur sampai ke barat, satu bagian untuk Dan.”Yehezkiel 48:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Inilah nama suku-suku itu: Yang paling utara: dari laut terus ke Hetlon, ke jalan masuk ke Hamat, Hazar-Enon, sehingga daerah kota Damsyik, yang berdekatan dengan Hamat, terletak di sebelah utaranya, Yehezkiel 48.2–7 250 dari perbatasan sebelah timur sampai perbatasan sebelah barat terdapat bagian Dan.”Yehezkiel 48:1 · TB
Terjemahan Baru
“Perbatasan tanah di sebelah utara memanjang ke timur, mulai dari Laut Tengah ke arah kota Hetlon, jalan masuk ke Hamat, kota Hazar-Enan, sampai ke perbatasan di antara kota Damsyik dan kota Hamat. Suku-suku berikut ini masing-masing harus mendapat satu bagian dari tanah yang meluas dari perbatasan timur menuju ke barat sampai ke Laut Tengah, dalam urutan sebagai berikut dari utara ke selatan: Dan, Asyer, Naftali, Manasye, Efraim, Ruben, Yehuda.”Yehezkiel 48:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Now these are the names of the tribes. From the north end to the coast of the way of Hethlon, as one goeth to Hamath, Hazarenan, the border of Damascus northward, to the coast of Hamath; for these are his sides east and west; a portion for Dan.”Yehezkiel 48:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 48:1?
Yehezkiel 48:1 memulai pembagian tanah bagi suku-suku Israel di masa depan. Suku Dan mendapat bagian paling utara, dari perbatasan Hetlon sampai Hamat dan Hazar-Enon, memanjang dari timur ke barat. Ini menunjukkan bahwa Allah memulihkan dan memberikan warisan yang adil bagi setiap suku.
Latar belakang
Visi Pembagian Tanah
Yehezkiel menerima penglihatan tentang pembagian tanah Israel yang baru setelah pemulihan. Suku-suku diberikan bagian secara teratur dari utara ke selatan, dimulai dengan Dan di ujung utara. Ini menegaskan janji Tuhan untuk memulihkan umat-Nya dan memberi mereka warisan.
Di mana
Babilonia
Di tepi Sungai Kebar, dalam penglihatan
Kapan
~570 SM
Pembuangan dan Pemulihan
Yang berbicara
Yehezkiel
Imam dan nabi, diasingkan di Babel
Kepada
Orang Israel di pembuangan
Umat pilihan yang merindukan pemulihan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יַד
yad · samping
tangan, sisi, atau tempat
דֶּרֶךְ
derekh · jalan
jalan, perjalanan, cara
גְּבוּל
gevul · perbatasan
batas, wilayah
Kata 'samping' menunjukkan kedekatan dan keteraturan, 'jalan' mengingatkan pada perjalanan hidup, dan 'perbatasan' menegaskan kepemilikan yang jelas dari Tuhan. Ini mengajarkan bahwa Allah memberi batas dan arah yang pasti bagi umat-Nya.
Tahukah kamu
Urutan Suku yang Unik
Dalam pembagian ini, Dan mendapat bagian paling utara, padahal dalam perjalanan keluar dari Mesir, Dan adalah suku yang paling akhir berangkat. Ini menunjukkan perubahan posisi yang signifikan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 48:1
Bilangan 34:2
Pembagian warisan
“Inilah negeri yang akan jatuh kepadamu sebagai milik pusaka, yakni tanah Kanaan dengan batas-batasnya.”
Yosua 19:40-48
Bagian suku Dan
“Bagi suku bani Dan menurut kaum-kaum mereka keluarlah undiannya.”
Yehezkiel 47:13
Instruksi pembagian
“Beginilah firman Tuhan ALLAH: 'Inilah batas-batas tanah yang kamu harus bagi-bagi menjadi milik pusaka bagi kedua belas suku Israel.'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 48:1
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya daftar nama suku yang membosankan.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah janji pemulihan dan ketertiban dari Allah bagi umat-Nya.
✕ Sering dikira
Letak Dan paling utara berarti Dan lebih penting.
✓ Yang sebenarnya
Urutan ini bukan hierarki, melainkan pembagian geografis yang adil.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 48:1
Ayat ini mengingatkan kita bahwa Allah memiliki rencana teratur untuk umat-Nya. Seperti suku Dan diberi tempat yang jelas, kita pun dapat percaya bahwa Allah memberikan 'bagian' kita dalam hidup—panggilan, komunitas, dan berkat—pada waktu yang tepat. Jadilah setia dalam tanggung jawab yang dipercayakan kepada kita.
Tuhan, terima kasih Engkau telah menentukan bagian hidupku; ajar aku menjalaninya dengan setia dan penuh syukur. Amin.