Pemimpin Beribadah di Ambang Pintu
Yehezkiel 46:2
Peraturan Ibadah dan Kehidupan Pemimpin
“Pemimpin akan masuk melalui serambi pintu gerbang sebelah luar, dan berdiri di samping tiang pintu gerbang. Para imam akan mempersembahkan persembahan bakarannya dan persembahan perdamaiannya, dan dia akan menyembah di ambang pintu gerbang. Lalu, dia akan pergi keluar, tetapi pintu gerbang tidak akan ditutup hingga sore.”Yehezkiel 46:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Raja itu akan masuk dari luar melalui balai gerbang dan akan berdiri dekat tiang pintu gerbang itu. Sementara itu imam-imam akan mengolah korban bakaran dan korban keselamatan raja itu dan ia akan sujud menyembah di ambang pintu gerbang itu, lalu keluar lagi. Dan pintu gerbang itu tidak boleh ditutup sampai petang hari.”Yehezkiel 46:2 · TB
Terjemahan Baru
“Pada hari-hari itu penguasa harus masuk dari pelataran luar melalui ruang besar lalu berdiri di samping tiang gerbang, sementara para imam mempersembahkan kurban bakaran dan kurban perdamaian dari penguasa. Di pintu gerbang itu ia harus sujud dan menyembah TUHAN, lalu pergi. Kemudian sampai malam, gerbang itu tidak boleh ditutup.”Yehezkiel 46:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And the prince shall enter by the way of the porch of that gate without, and shall stand by the post of the gate, and the priests shall prepare his burnt offering and his peace offerings, and he shall worship at the threshold of the gate: then he shall go forth; but the gate shall not be shut until the evening.”Yehezkiel 46:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 46:2?
Pemimpin masuk melalui serambi pintu gerbang dan berdiri di dekat tiang, sementara para imam mempersembahkan kurban. Ia menyembah di ambang pintu, lalu keluar, tetapi pintu tetap terbuka sampai sore. Ini menunjukkan posisi pemimpin sebagai wakil umat di hadapan Tuhan.
Latar belakang
Pemimpin Memimpin Ibadah
Pemimpin (nasi) masuk melalui serambi pintu gerbang dan berdiri di dekat tiang. Para imam mempersembahkan kurban bakaran dan perdamaian, sementara pemimpin menyembah di ambang pintu, lalu keluar. Pintu tetap terbuka sampai sore.
Di mana
Bait Suci masa depan (Yerusalem)
Pelataran dalam, dekat pintu gerbang timur
Kapan
~573 SM
Pembuangan Babel
Yang berbicara
Narator
Penutur visi Yehezkiel
Kepada
Pembaca
Umat Israel dan kita
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נָשִׂיא
nasi · pemimpin
pemimpin, kepala suku, orang yang diangkat
אוּלָם
ulam · serambi
ruang depan atau serambi bait suci
שָׁחָה
shachah · menyembah
sujud, menyembah, menghormati
Pemimpin yang disebut 'nasi' menyembah (shachah) di ambang pintu, menunjukkan kerendahan hati di hadapan Allah, dan ia tidak masuk lebih dalam ke area kudus — itu khusus imam.
Tahukah kamu
Pemimpin, Bukan Raja
Kata Ibrani 'nasi' diterjemahkan 'pemimpin' di sini, berbeda dari 'melek' (raja). Ini menunjukkan pemimpin yang tunduk pada aturan Allah, bukan raja yang berkuasa mutlak.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 46:2
Yeh 44:3
peran pemimpin
“Pemimpin itu akan duduk di sana untuk makan di hadapan TUHAN”
Maz 95:6
sikap sembah
“Masuklah, mari kita sujud menyembah”
2 Taw 7:3
ibadah
“Mereka sujud menyembah di hadapan TUHAN”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 46:2
✕ Sering dikira
Pemimpin boleh masuk ke dalam Ruang Mahakudus
✓ Yang sebenarnya
Pemimpin hanya berdiri di serambi, tidak masuk ke area kudus; imam yang mempersembahkan kurban.
✕ Sering dikira
Setiap orang bisa beribadah dengan cara yang sama seperti pemimpin
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah instruksi khusus untuk pemimpin; umat biasa beribadah di pelataran luar (ayat 3).
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 46:2
Pemimpin rohani pun butuh tuntunan dan kerendahan hati untuk menyembah. Kita bisa belajar bahwa ibadah bukan hanya ritual, tetapi sikap hati yang sungguh-sungguh di hadapan Tuhan, apa pun peran kita.
Tuhan, jadikanlah aku pemimpin yang rendah hati, yang selalu menyembah-Mu dengan tulus dan menjadi teladan bagi orang lain. Amin.