Firman TUHAN datang kepada Yehezkiel

Yehezkiel 33:1

Penjaga dan Pertobatan

PerikopYehezkiel, Seorang Penjaga · Yehezkiel 33:1-20 →
“Firman TUHAN datang kepadaku, kata-Nya,”

Yehezkiel 33:1 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yehezkiel 33:1?

Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan berkomunikasi langsung dengan nabi Yehezkiel. Frasa 'Firman TUHAN datang kepadaku' menegaskan otoritas pesan yang akan disampaikan, dan 'anak manusia' adalah sebutan yang menekankan kemanusiaan Yehezkiel di hadapan Allah yang mahatinggi.

Latar belakang

Panggilan menjadi penjaga

Tuhan berbicara kepada Yehezkiel dan menyebutnya 'anak manusia'. Ini menegaskan kembali perannya sebagai nabi yang harus menyampaikan pesan Allah.

Di mana

Babilon, dekat sungai Kebar

Tempat pembuangan, mungkin di rumah Yehezkiel

Kapan

sekitar 587 SM

Pembuangan Babilon

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Jatuhnya Yerusalem
Kabar penaklukan kota
Kamu di sini
N

Yang berbicara

Narator

Penulis kitab, mungkin Yehezkiel sendiri

P

Kepada

Pembaca

Orang-orang yang membaca kitab ini

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

דָּבָר

dabar · Firman

Perkataan atau pesan yang disampaikan

יְהוָה

YHWH · TUHAN

Nama pribadi Allah Israel

הָיָה

hayah · datang

Menjadi, terjadi, atau tiba

Firman TUHAN bukan sekadar informasi, melainkan peristiwa yang 'terjadi'—Allah bertindak melalui perkataan-Nya.

Tahukah kamu

Frasa 'anak manusia'

Dalam Yehezkiel, frasa Ibrani 'ben adam' dipakai lebih dari 90 kali untuk menyebut nabi, menekankan kemanusiaannya yang rapuh.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 33:1

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yehezkiel 33:1

✕  Sering dikira

Menganggap 'Firman' sebagai sekadar tulisan suci

✓  Yang sebenarnya

Firman adalah pesan langsung yang dialami nabi

✕  Sering dikira

Mengira TUHAN berbicara secara audibel setiap saat

✓  Yang sebenarnya

Penyampaian firman bisa melalui visi atau ilham

Renungan

Renungan Singkat Yehezkiel 33:1

Tuhan masih berbicara kepada umat-Nya hari ini melalui Alkitab dan Roh Kudus. Kita perlu meluangkan waktu untuk mendengarkan suara-Nya dan bersedia menerima firman-Nya, bahkan ketika itu menantang kita.

Tuhan, bukalah telingaku untuk mendengar firman-Mu dan berikan hatiku yang taat untuk melakukannya. Amin.