Mulut terbuka saat Tuhan berfirman
Yehezkiel 3:27
Panggilan dan tanggung jawab Yehezkiel
PerikopPenjaga Israel · Yehezkiel 3:16-27 →“Namun, ketika Aku berfirman kepadamu, Aku akan membuka mulutmu, dan kamu akan berbicara kepada mereka. ‘Beginilah firman Tuhan ALLAH.’ Yang mau mendengar, biarlah dia mendengar; dan dia yang tidak mau mendengar, biarlah dia tidak mendengar karena mereka adalah keturunan yang memberontak.””Yehezkiel 3:27 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi kalau Aku berbicara dengan engkau, Aku akan membuka mulutmu dan engkau akan mengatakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH. Orang yang mau mendengar, biarlah ia mendengar; dan orang yang mau membiarkan, baiklah membiarkan, sebab mereka adalah kaum pemberontak."”Yehezkiel 3:27 · TB
Terjemahan Baru
“Nanti, kalau Aku berbicara kepadamu lagi dan mengembalikan kemampuanmu untuk berkata-kata, engkau harus menyampaikan apa yang Aku, TUHAN Yang Mahatinggi katakan kepada mereka. Sebagian dari mereka akan mendengarkan, tetapi sebagian lagi tidak, karena mereka memang bangsa pemberontak."”Yehezkiel 3:27 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“But when I speak with thee, I will open thy mouth, and thou shalt say unto them, Thus saith the Lord GOD; He that heareth, let him hear; and he that forbeareth, let him forbear: for they are a rebellious house.”Yehezkiel 3:27 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 3:27?
Yehezkiel 3:27 menegaskan bahwa ketika Tuhan berfirman, Ia akan membuka mulut Yehezkiel, dan ia akan menyampaikan pesan Tuhan. Pendengar bebas untuk mendengar atau menolak, tetapi nabi tetap harus menyampaikan firman Tuhan dengan setia. Ini menunjukkan bahwa tanggung jawab nabi adalah menyampaikan, bukan memastikan hasil.
Latar belakang
Nabi berbicara hanya ketika Tuhan berfirman
Tuhan memberikan jaminan bahwa meskipun Yehezkiel bisu, ketika Tuhan berfirman, mulutnya akan terbuka untuk menyampaikan pesan yang sama: 'Beginilah firman Tuhan ALLAH.' Namun, respons pendengar tetap tidak pasti; mereka bisa mendengar atau menolak.
Di mana
Tel-Abib, Babilonia
Di rumah Yehezkiel, dekat Sungai Kebar
Kapan
~593 SM
Masa pembuangan Babilonia
Yang berbicara
Tuhan
Allah Israel, berdaulat atas bangsa-bangsa
Kepada
Yehezkiel
Imam yang menjadi nabi di pembuangan, ~30 tahun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
פָּתַח
patach · terbuka
Membuka, membebaskan, memulai
שָׁמַע
shama · mendengar
Mendengar, memperhatikan, taat
מֶרִי
meri · memberontak
Pemberontakan, sikap melawan
Tuhan membuka mulut nabi-Nya, tetapi mendengar atau tidak mendengar tetap menjadi pilihan umat. Kata 'mendengar' dalam Alkitab sering berarti taat, bukan sekadar mendengar suara.
Tahukah kamu
Proklamasi yang sama
Ungkapan 'Beginilah firman Tuhan ALLAH' muncul sekitar 80 kali dalam kitab Yehezkiel, menekankan bahwa pesan nabi bukan berasal dari dirinya sendiri melainkan langsung dari Tuhan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 3:27
Yesaya 6:9-10
Mendengar tapi tidak taat
“Kemudian firman-Nya: 'Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi tidak mengerti; lihatlah sungguh-sungguh, tetapi tidak menanggap!'”
Matius 11:15
Panggilan mendengar
“Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”
Wahyu 2:7
Mendengar panggilan
“Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 3:27
✕ Sering dikira
Kita bisa memilih untuk tidak mendengarkan firman Tuhan tanpa konsekuensi.
✓ Yang sebenarnya
Penolakan untuk mendengar adalah sikap memberontak yang serius di hadapan Tuhan.
✕ Sering dikira
Nabi hanya berbicara ketika Tuhan membuka mulutnya, jadi dia tidak punya tanggung jawab untuk menyampaikan pesan.
✓ Yang sebenarnya
Yehezkiel tetap bertanggung jawab untuk menyampaikan peringatan Tuhan, meskipun respons pendengar tidak pasti.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 3:27
Kita dipanggil untuk menjadi saksi dan menyampaikan kebenaran, tetapi hasilnya bukan urusan kita. Lakukan bagianmu dengan setia, serahkan hasilnya kepada Tuhan.
Ya Tuhan, jadikan aku alat-Mu untuk menyampaikan kebenaran, dan berikan aku keberanian untuk tetap setia apapun tanggapan orang lain. Amin.