Ratapan untuk Tirus

Yehezkiel 27:1

Nyanyian Pusara bagi Kota Dagang

Firman TUHAN datang kepadaku, kata-Nya,

Yehezkiel 27:1 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yehezkiel 27:1?

Ayat ini adalah bagian dari narasi di mana Tuhan memerintahkan Yehezkiel untuk meratapi kota Tirus. Ini menunjukkan bahwa Allah terlibat dalam urusan bangsa-bangsa dan menyampaikan pesan-Nya melalui para nabi.

Latar belakang

Firman yang datang

Tuhan berbicara langsung kepada Yehezkiel, memanggilnya 'anak manusia'. Ini adalah awal dari rangkaian pesan penghakiman terhadap Tirus, kota pelabuhan yang sombong.

Di mana

Babel

Di tepi sungai Kebar, di tengah komunitas pembuangan

Kapan

~586 SM

Pembuangan Babel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kejatuhan Yerusalem
Penghakiman Tirus
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yehezkiel

Imam yang menjadi nabi di pembuangan, ~30 tahun

P

Kepada

Para pembuangan di Babel

Orang Yehuda yang diasingkan, mendambakan harapan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

דָּבָר

dabar · Firman

Perkataan yang keluar dari Allah, efektif dan berkuasa

יְהוָה

YHWH · TUHAN

Nama pribadi Allah Israel, yang setia pada perjanjian-Nya

הָיָה

hayah · datang

Menjadi atau terjadi, menunjukkan tindakan yang nyata

Penyampaian firman bukan sekadar inspirasi, melainkan peristiwa yang terjadi secara nyata, menegaskan bahwa Allah sedang bekerja melalui nabi-Nya.

Tahukah kamu

Firman yang datang berulang

Frasa 'Firman TUHAN datang kepadaku' muncul sekitar 50 kali dalam kitab Yehezkiel, menegaskan otoritas ilahi di balik setiap pesan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 27:1

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yehezkiel 27:1

✕  Sering dikira

Menganggap ini hanya kata-kata manusia

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah wahyu langsung dari Allah, bukan hasil pemikiran Yehezkiel.

✕  Sering dikira

Mengiranya mimpi biasa

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah pengalaman kenabian yang nyata, bukan sekadar mimpi atau ilusi.

Renungan

Renungan Singkat Yehezkiel 27:1

Tuhan masih berbicara melalui berbagai cara, termasuk Alkitab. Kita perlu peka mendengarkan suara-Nya dan bersedia menyampaikan kebenaran meskipun sulit.

Tuhan, bukalah telinga dan hati kami untuk mendengar firman-Mu setiap hari, dan beri kami keberanian untuk menyampaikannya. Amin.