Firman TUHAN kepada Yehezkiel
Yehezkiel 22:1
Dosa-dosa Yerusalem dan Murka TUHAN
“Firman TUHAN datang kepadaku, kata-Nya,”Yehezkiel 22:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Datanglah firman TUHAN kepadaku:”Yehezkiel 22:1 · TB
Terjemahan Baru
“TUHAN berbicara kepadaku, kata-Nya,”Yehezkiel 22:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Moreover the word of the LORD came unto me, saying,”Yehezkiel 22:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 22:1?
Dalam Yehezkiel 22:1, Tuhan berbicara langsung kepada nabi Yehezkiel, memanggilnya 'anak manusia' untuk menyampaikan firman-Nya. Ini menandakan bahwa Tuhan memperhatikan dosa-dosa Yerusalem dan ingin Yehezkiel menjadi perantara untuk menyampaikan pesan penghakiman. Ayat ini menekankan hubungan pribadi antara Tuhan dan nabi, serta keseriusan pesan yang akan disampaikan.
Latar belakang
Firman TUHAN datang
Yehezkiel menerima firman TUHAN secara langsung, sebuah pola umum dalam kitabnya. Ini menandakan awal dari sebuah pesan penghakiman terhadap Yerusalem.
Di mana
Babel
Di tepi sungai Kebar, tempat para buangan
Kapan
~593 SM
Pembuangan Babel
Yang berbicara
Narator
Penulis Kitab Yehezkiel, kemungkinan sang nabi sendiri atau redaktur kemudian.
Kepada
Pembaca
Orang-orang yang membaca kitab ini, terutama bangsa Israel di pembuangan.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
הָיָה
hayah · datang
menjadi, terjadi, datang
יְהוָה
YHWH · TUHAN
Nama pribadi Allah Israel
אֶל
el · aku
kepada, menuju
Kata 'hayah' menunjukkan peristiwa nyata, bukan sekadar perasaan. Firman TUHAN benar-benar terjadi dalam kehidupan Yehezkiel, menegaskan kepastian pesan.
Tahukah kamu
Firman yang 'datang'
Frasa 'datanglah firman TUHAN' muncul lebih dari 50 kali dalam kitab Yehezkiel, menekankan otoritas pesan yang disampaikan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 22:1
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 22:1
✕ Sering dikira
Firman TUHAN datang hanya sekali kepada Yehezkiel
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah salah satu dari banyak kali, menunjukkan komunikasi berkelanjutan.
✕ Sering dikira
Firman itu berupa suara yang terdengar
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak menjelaskan cara penyampaiannya, hanya menyatakan bahwa itu terjadi.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 22:1
Saat membaca firman Tuhan, kita juga dipanggil untuk menjadi perantara bagi orang lain, membawa kebenaran Tuhan dalam kasih. Ini mengingatkan kita untuk tidak menutup mata terhadap ketidakadilan, tetapi berani menyuarakan kebenaran meskipun sulit.
Tuhan, bukalah hatiku untuk menerima firman-Mu dan berani menyampaikannya dengan kasih, agar nama-Mu dimuliakan. Amin.