Gulungan Terbentang
Yehezkiel 2:10
Panggilan Yehezkiel: Nabi di Antara Pemberontak
“dan Dia membentangkannya di depanku. Itu ditulisi di bagian depan dan belakang, dan tertulis di dalamnya kata-kata ratapan, tangisan, dan rintihan.”Yehezkiel 2:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“lalu dibentangkan-Nya di hadapanku. Gulungan kitab itu ditulisi timbal balik dan di sana tertulis nyanyian-nyanyian ratapan, keluh kesah dan rintihan.”Yehezkiel 2:10 · TB
Terjemahan Baru
“yang ditulisi pada kedua sisinya. Lalu dibukanya gulungan itu dan di situ tertulis ratapan, keluh-kesah dan rintihan.”Yehezkiel 2:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And he spread it before me; and it was written within and without: and there was written therein lamentations, and mourning, and woe.”Yehezkiel 2:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 2:10?
Gulungan itu ditulisi di bagian depan dan belakang, berisi ratapan, keluhan, dan celaka. Ini menunjukkan bahwa pesan Yehezkiel penuh dengan berita penghakiman yang berat dan keras, menggambarkan betapa seriusnya dosa bangsa Israel dan konsekuensinya.
Latar belakang
Tangan yang Terulur dan Gulungan Kitab
Dalam penglihatan, Yehezkiel melihat tangan yang terulur memegang gulungan kitab. Gulungan itu dibentangkan di hadapannya, bertuliskan ratapan, tangisan, dan rintihan—simbol pesan yang akan dia sampaikan.
Di mana
Tel Aviv, Babel (dekat sungai Kebar)
Di tepi sungai Kebar, dalam penglihatan
Kapan
~593 SM
Pembuangan Babel (586–539 SM)
Yang berbicara
Yehezkiel
Imam dan nabi, diasingkan ke Babel, ~30 tahun
Kepada
Pembaca Kitab Yehezkiel
Orang Israel di pembuangan dan generasi setelahnya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
פָּרַשׂ
paras · dibentangkan
Membuka atau merentangkan sesuatu yang tergulung, seperti membuka gulungan.
סֵפֶר
sefer · gulungan kitab
Sebuah kitab atau dokumen yang digulung, biasanya terbuat dari kulit atau papirus.
קִינָה
qinah · ratapan
Nyanyian duka atau puisi ratapan yang mengungkapkan kesedihan mendalam.
Kata-kata ini menunjukkan bahwa pesan yang harus disampaikan Yehezkiel adalah pesan yang serius, penuh duka, tetapi terpapar jelas seperti gulungan yang dibentangkan—tidak ada yang tersembunyi.
Tahukah kamu
Gulungan Bertulis Dua Sisi
Gulungan kitab kuno biasanya ditulisi hanya di satu sisi, tetapi gulungan ini ditulisi di depan dan belakang—menandakan isinya sangat penuh, mungkin karena banyaknya pesan yang harus disampaikan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 2:10
Yeremia 1:9
Firman di dalam mulut
“Sesudah itu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku, lalu TUHAN berfirman kepadaku, "Ketahuilah, Aku menaruh firman-Ku ke dalam mulutmu."”
Wahyu 5:1
Gulungan di tangan-Nya
“Dan aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi di belakang dan di muka, dan dimeterai dengan tujuh meterai.”
Yehezkiel 3:1-3
Gulungan dan berita
“Dan Dia berfirman kepadaku: "Anak manusia, makanlah apa yang ada di hadapanmu; makanlah gulungan ini, lalu pergilah dan berbicaralah kepada kaum Israel."”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 2:10
✕ Sering dikira
Beberapa orang mengira gulungan itu adalah gulungan Taurat atau kitab Mazmur, karena isinya ratapan.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah gulungan khusus yang berisi pesan penghakiman dan kesedihan yang akan disampaikan Yehezkiel, bukan kitab yang sudah ada, melainkan wahyu baru baginya.
✕ Sering dikira
Ada yang menganggap bahwa ratapan, tangisan, dan rintihan di ayat ini hanya untuk Israel, bukan untuk bangsa-bangsa lain.
✓ Yang sebenarnya
Meskipun konteks langsung adalah Israel, berita ini juga mencakup penghakiman atas bangsa-bangsa lain (lihat pasal-pasal selanjutnya), tetapi fokus utama pada Israel.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 2:10
Terkadang kebenaran sulit diterima karena berisi teguran atau kabar buruk. Namun, kita perlu berani menerima dan menyampaikan kebenaran dengan kasih, karena tujuan Tuhan selalu untuk membawa pertobatan dan pemulihan.
Tuhan, berikan aku keberanian untuk menerima dan menyampaikan kebenaran-Mu, meskipun pahit, dengan kasih dan penuh belas kasihan. Amin.