Keteguhan dalam ketidaksetiaan
Wahyu 9:20
Kegagalan Untuk Bertobat: Manusia Tetap Tersesat
“Namun, manusia yang selamat, yang tidak terbunuh oleh bencana itu, tetap tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan tangan mereka, bahwa mereka tidak boleh menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas, perak, tembaga, batu, atau kayu; yang tidak dapat melihat, mendengar, ataupun berjalan,”Wahyu 9:20 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan,”Wahyu 9:20 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi sisa dari umat manusia yang tidak terbunuh oleh bencana-bencana itu pun, tidak pula meninggalkan perbuatan tangan mereka sendiri. Mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala emas, perak, tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar, ataupun berjalan.”Wahyu 9:20 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Namun, orang-orang yang tidak terbunuh oleh bencana besar itu tetap tidak mau bertobat dari penyembahan berhala. Mereka menolak berhenti menyembah roh-roh jahat dan patung-patung buatan tangannya sendiri. Mereka tetap memuja berhala yang terbuat dari emas, perak, tembaga, batu, dan kayu, yaitu benda mati yang tidak bisa melihat, mendengar, maupun berjalan.”Wahyu 9:20 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the rest of the men which were not killed by these plagues yet repented not of the works of their hands, that they should not worship devils, and idols of gold, and silver, and brass, and stone, and of wood: which neither can see, nor hear, nor walk:”Wahyu 9:20 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Wahyu 9:20?
Ayat ini menunjukkan bahwa meskipun banyak orang tewas, yang selamat tetap tidak bertobat dari penyembahan berhala dan roh jahat. Mereka menyembah benda-benda buatan tangan yang tidak bernyawa. Ini menekankan keras kepala manusia dalam dosa, bahkan setelah mengalami penghakiman.
Latar belakang
Manusia yang selamat tidak bertobat dari perbuatan mereka
Manusia yang selamat, yang tidak terbunuh oleh bencana ini, tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan tangan mereka. Mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas, perak, tembaga, batu, atau kayu—berhala yang tidak dapat melihat, mendengar, atau berjalan. Ini adalah penolakan keras kepala untuk mengubah jalan mereka meski menghadapi bukti kehadiran Allah.
Di mana
Bumi yang menderita
Di mana manusia yang selamat memilih untuk tidak berubah
Kapan
~90 M
Setelah sepertiga manusia dibunuh, keputusan penting tentang sisa yang hidup
Yang berbicara
Yohanes
Pelapor dari respons manusia terhadap penghakiman berturut-turut
Kepada
Jemaat yang mengamati keras kepala manusia
Umat yang melihat bahwa hukuman saja tidak membawa perubahan hati
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
εἰδώλων (eidolon)
berhala · idols
Representasi dari dewa palsu, tanpa hidup atau kesadaran nyata
μετανοέω (metanoeō)
bertobat · repent
Mengubah pikiran, mengubah arah, pulang dari jalan yang salah
προσκυνέω (proskyneō)
menyembah · worship
Memberikan obeisance, pengakuan keunggulan ke dewa atau kuasa
Penolakan untuk bertobat menunjukkan bahwa hukuman ilahi bukanlah mekanisme otomatis untuk perubahan hati—manusia memiliki kemampuan untuk menolak bahkan bukti nyata dari kekuasaan ilahi.
Tahukah kamu
Keras kepala moral dalam menghadapi penghakiman
Ini adalah titik balik penting dalam Wahyu—penghakiman tidak secara otomatis membuat orang bertobat. Manusia dapat memilih untuk tetap keras kepala bahkan ketika menghadapi bukti supernatural dari kekuatan ilahi. Ini menunjukkan bahwa hukuman adalah untuk memisahkan, bukan meyakinkan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Wahyu 9:20
Kisah Para Rasul 17:30
Panggilan universal kepada pertobatan dari Allah
“Allah...sekarang memerintahkan semua orang di semua tempat untuk bertobat”
Roma 1:21-23
Penolakan untuk mengenali Allah dan beralih ke berhala
“Karena meskipun mereka mengenal Allah...mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah...dan mereka mengubah kemuliaan Allah yang tidak dapat mati menjadi gambaran monyet, makhluk berkaki empat, dan reptil”
Yohanes 12:40
Kekerasan hati yang disebabkan oleh penolakan berkelanjutan terhadap Allah
“Dia telah membutakan mata mereka dan mengeraskan hati mereka, sehingga mereka tidak dapat melihat dengan mata mereka, atau memahami dengan hati mereka dan berbalik—dan saya akan menyembuhkan mereka”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Wahyu 9:20
✕ Sering dikira
Manusia yang selamat tetap menyembah berhala karena mereka tidak tahu lebih baik
✓ Yang sebenarnya
Mereka secara sadar memilih untuk tetap menyembah berhala meskipun mengetahui kehadiran Allah sejati melalui penghakiman
✕ Sering dikira
Penolakan mereka adalah hasil dari ketidakpahaman atau kurangnya bukti
✓ Yang sebenarnya
Penolakan mereka adalah hasil dari pilihan moral—mereka dapat melihat tetapi memilih untuk tidak berubah
Renungan
Renungan Singkat Wahyu 9:20
Terkadang kita juga keras kepala dan sulit berubah meski sudah diingatkan. Apakah ada 'berhala' dalam hidup kita—sesuatu yang lebih kita andalkan daripada Tuhan? Mari periksa hati dan bertobat sebelum terlambat.
Tuhan, ampunilah aku jika aku masih menyimpan berhala dalam hati. Mampukan aku untuk meninggalkan segala sesuatu yang menggantikan tempat-Mu. Amin.