Penampilan Allah Diungkapkan
Wahyu 4:3
Yohanes Melihat Surga
“Dan, Ia yang duduk di atas takhta itu, tampak seperti batu permata yaspis dan sardis; dan ada sebuah pelangi di sekeliling takhta itu, yang terlihat seperti zamrud.”Wahyu 4:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi Wahyu 4.4–8 15 melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.”Wahyu 4:3 · TB
Terjemahan Baru
“Muka orang itu bersinar seperti permata baiduri pandan dan permata delima. Suatu pelangi warna zamrud melingkari takhta itu.”Wahyu 4:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Takhta-Nya kelihatan seperti batu permata yang berkilau dengan warna merah, hijau, dan beberapa warna lain. Takhta itu juga dikelilingi pelangi yang gemilang seperti batu permata.”Wahyu 4:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he that sat was to look upon like a jasper and a sardine stone: and there was a rainbow round about the throne, in sight like unto an emerald.”Wahyu 4:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Wahyu 4:3?
Allah yang duduk di takhta digambarkan seperti batu yaspis dan sardis, yang melambangkan keindahan dan kemuliaan-Nya. Pelangi di sekeliling takhta mengingatkan pada perjanjian Allah, menunjukkan kasih setia dan belas kasihan-Nya di tengah kemuliaan yang agung.
Latar belakang
Deskripsi Allah Melampaui Kata-Kata
Yohanes mencoba menangkap sosok Allah menggunakan batu permata—yaspis dan sardis—karena tidak ada kalimat manusia yang dapat menguraikan kepenuhan ilahi. Pelangi mengelilingi takhta, melambangkan janji Allah dan perlindungannya yang abadi.
Di mana
Surga
Tempat tinggal Allah yang penuh kemuliaan, dikelilingi simbol keindahan dan perlindungan
Kapan
~95 M
Pengungkapan identitas dan sifat Allah
Yang berbicara
Yohanes
Penerima visi menggambarkan sosok Allah
Kepada
Jemaat yang Dianiaya
Komunitas yang perlu tahu siapa yang berkuasa
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ὅμοιος
homoios · like
mirip dengan, serupa; ketika berbicara tentang Allah, selalu tersirat 'tidak sepenuhnya sama'
ἴασπις
iaspis · jasper
yaspis; batu mulia berwarna emas atau merah, simbol kemurnian ilahi
σάρδιον
sardion · sardius
sardis; batu merah terang, simbol kekuatan dan pemerintahan
Bahwa Yohanes menggunakan homoios (mirip) mengakui batas bahasa—Allah tidak dapat dilihat sepenuhnya dalam bentuk materi. Batu permata berfungsi sebagai simbol kosmik dari sifat ilahi.
Tahukah kamu
Yaspis dan Sardis—Batu Pertama dan Terakhir
Yaspis adalah batu pertama pada plastik dada imam Yahudi; sardis adalah yang terakhir. Memilih keduanya menunjukkan bahwa Allah adalah Alpha dan Omega, awal dan akhir dari semua ciptaan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Wahyu 4:3
Keluaran 24:10
Tema klasik tentang penampakan Allah yang gemilang
“Mereka melihat Allah Israel berdiri di atas batu safir seperti langit yang jernih”
Yesaya 6:3
Tema tentang kemuliaan yang memancar dari takhta ilahi
“Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Yang Mahakuasa; seluruh bumi penuh dengan kemuliaan-Nya”
Wahyu 21:11
Tema yaspis sebagai representasi kemurnian ilahi
“Cahayanya seperti batu yang paling berharga, seperti batu yaspis jernih”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Wahyu 4:3
✕ Sering dikira
Allah benar-benar terlihat seperti batu permata—ini adalah bentuk aktual-Nya
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah simbol visual yang dapat dipahami jiwa Yohanes—Allah melampaui bentuk material
✕ Sering dikira
Pelangi menunjukkan bahwa Allah sedang marah sebelum menghakimi
✓ Yang sebenarnya
Pelangi melambangkan kasih setia dan janji perlindungan Allah
Renungan
Renungan Singkat Wahyu 4:3
Pelangi mengingatkan kita bahwa Allah selalu setia pada janji-Nya. Saat kita menghadapi badai hidup, kita dapat berpegang pada janji-janji-Nya yang pasti dan melihat kasih setia-Nya di tengah kesulitan.
Bapa, terima kasih untuk kesetiaan-Mu yang tak pernah putus. Tolong kami untuk selalu mengingat janji-janji-Mu dan berharap kepada-Mu. Amin.