Bapa yang Menebus
Ulangan 32:6
Nyanyian Musa: Kebesaran dan Keadilan Allah
“Beginikah caramu membalas kepada TUHAN, hai bangsa yang bodoh dan tidak bijak? Bukankah Dia adalah Bapamu yang menebusmu? Dia yang menciptakanmu dan mengukuhkanmu.”Ulangan 32:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Demikianlah engkau mengadakan pembalasan terhadap TUHAN, hai bangsa yang bebal dan tidak bijaksana? Bukankah Ia Bapamu yang mencipta Ulangan 32.7–11 170 engkau, yang menjadikan dan menegakkan engkau?”Ulangan 32:6 · TB
Terjemahan Baru
“Begitukah kamu balas kebaikan TUHAN, hai orang-orang bodoh dan tidak berakal? Bukankah Ia Bapamu, Penciptamu, yang menjadikan kamu satu bangsa?”Ulangan 32:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Begitukah caramu membalas semua kebaikan TUHAN kepada kita? Kalian begitu bebal! Bukankah Dia Bapa kita, yang menciptakan kita, yang membesarkan kita menjadi satu bangsa!”Ulangan 32:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Do ye thus requite the LORD, O foolish people and unwise? is not he thy father that hath bought thee? hath he not made thee, and established thee?”Ulangan 32:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 32:6?
Musa menegur bangsa Israel karena mereka berlaku tidak bijak dan bodoh dengan membalas kebaikan Tuhan dengan ketidaksetiaan. Ia mengingatkan bahwa Tuhan adalah Bapa yang menebus, menciptakan, dan mengokohkan mereka.
Latar belakang
Mengingat Hutang Budi kepada Allah
Musa mengajukan pertanyaan retoris: beginikah caranya engkau membalas TUHAN? Dia mengingatkan bahwa Allah adalah Bapa yang menebus, menciptakan, dan mengukuhkan mereka. Umat yang bodoh dan tidak bijak telah melupakan kebaikan Allah yang begitu besar.
Di mana
Dataran Moab
Di seberang Sungai Yordan, dekat Gunung Nebo · siang hari
Kapan
~1406 SM
Akhir perjalanan di padang gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, ~120 tahun, menyampaikan nyanyian terakhirnya
Kepada
Seluruh orang Israel
Umat pilihan Allah yang sedang bersiap memasuki Tanah Perjanjian
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
קָנָה
qanah · menebus
Memperoleh, membeli, atau menciptakan; berarti tindakan membebaskan dengan membayar harga.
עָשָׂה
asah · menciptakan
Membuat atau menghasilkan; berarti membentuk dari awal.
כּוּן
kun · mengukuhkan
Menegakkan atau memantapkan; berarti menjadikan stabil dan kokoh.
Ketiga kata ini menunjukkan peran Allah sebagai Pencipta, Penebus, dan Penopang. Allah tidak hanya membuat Israel, tetapi juga membebaskan mereka dan menjaga mereka tetap ada. Ini adalah dasar untuk menuntut kesetiaan.
Tahukah kamu
Kata 'Menebus' dalam Bahasa Ibrani
Kata 'menebus' (qanah) juga bisa berarti 'memperoleh' atau 'memiliki'. Ini menunjukkan bahwa Allah tidak hanya menyelamatkan, tetapi juga memiliki umat-Nya sebagai milik kesayangan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 32:6
Yesaya 63:16
Allah sebagai Bapa dan Penebus
“Sebab Engkaulah Bapa kami; Abraham tidak mengenal kami, dan Israel tidak mengakui kami. Ya TUHAN, Engkau Bapa kami, Penebus kami sejak dahulu kala.”
Keluaran 4:22
Israel sebagai anak
“Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak sulung-Ku.”
Mazmur 100:3
Allah Pencipta dan Pemilik
“Ketahuilah, bahwa TUHANlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba-Nya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 32:6
✕ Sering dikira
Menganggap bahwa Allah menebus Israel karena mereka layak, bukan karena kasih karunia.
✓ Yang sebenarnya
Penebusan adalah inisiatif Allah semata, bukan karena kebaikan umat.
✕ Sering dikira
Mengabaikan pertanyaan retoris ini sebagai sekadar gaya bahasa, sehingga tidak menggugah hati.
✓ Yang sebenarnya
Pertanyaan ini adalah teguran yang tajam untuk menyadarkan kita akan hutang kasih yang tak terbayar kepada Allah.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 32:6
Jangan pernah melupakan kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Ketika kita cenderung mengeluh atau berpaling, ingatlah bagaimana Tuhan telah memelihara dan menebus kita dari masalah.
Bapa, terima kasih karena Engkau selalu setia. Jangan biarkan aku tidak bijak dengan melupakan kasih-Mu, tetapi ajarilah aku untuk hidup bersyukur. Amin.