Pengakuan iman orang Israel
Ulangan 26:5
Persembahan Sulung dan Pengakuan Iman
“Di hadapan TUHAN, Allahmu, kamu harus menjawab dan berkata, “Nenek moyangku adalah orang Aram, para pengembara. Ia pergi ke Mesir dan tinggal di sana sebagai pendatang dengan jumlah yang sedikit. Namun, di sana ia menjadi besar, kuat, dan banyak jumlahnya.”Ulangan 26:5 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kemudian engkau harus menyatakan di hadapan TUHAN, Allahmu, demikian: Bapaku dahulu seorang Aram, seorang pengembara. Ia pergi ke Mesir dengan sedikit orang saja dan tinggal di sana sebagai orang asing, tetapi di sana ia menjadi suatu bangsa yang besar, kuat dan banyak jumlahnya. Ulangan 26.6–11 132”Ulangan 26:5 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian di hadapan TUHAN Allahmu, engkau harus mengucapkan kata-kata ini: 'Ya TUHAN, nenek moyang saya seorang Aram yang mengembara. Ia membawa keluarganya ke Mesir untuk tinggal di sana sebagai pengungsi. Ketika pergi ke sana jumlah mereka hanya sedikit, tetapi mereka menjadi bangsa yang besar dan kuat.”Ulangan 26:5 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian ikutilah ucapan imam yang berdoa sebagai berikut,‘Ya TUHAN, nenek moyangku Yakub adalah pengembara dari negeri Aram. Dia bersama keluarganya pergi ke Mesir dan menetap di sana sebagai pendatang. Jumlah mereka sedikit ketika mereka pergi ke Mesir, tetapi di sana mereka menjadi bangsa yang besar, kuat, dan banyak jumlahnya.”Ulangan 26:5 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And thou shalt speak and say before the LORD thy God, A Syrian ready to perish was my father, and he went down into Egypt, and sojourned there with a few, and became there a nation, great, mighty, and populous:”Ulangan 26:5 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 26:5?
Ayat ini adalah pengakuan iman yang mengingatkan asal-usul bangsa Israel: seorang Aram yang mengembara, yaitu Yakub. Ini mengajarkan kerendahan hati, bahwa kita tidak boleh sombong karena semua berkat adalah karunia Tuhan, bukan hasil usaha sendiri.
Latar belakang
Mengakui asal-usul yang rendah
Ayat ini memulai pengakuan iman yang diucapkan saat mempersembahkan hasil sulung. Orang Israel mengingat bahwa nenek moyang mereka adalah orang Aram yang mengembara, lalu turun ke Mesir dan menjadi bangsa yang besar.
Di mana
Dataran Moab
Di tepi sungai Yordan, sebelum masuk Kanaan
Kapan
~1400 SM
Akhir pengembaraan di padang gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, ~120 tahun, pemberi hukum
Kepada
Bangsa Israel
Umat pilihan Tuhan, sedang berada di Moab
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אֲרַמִּי
arami · Aram
sebutan untuk orang Aram atau wilayah Aram
אֹבֵד
oved · pengembara
orang yang tersesat atau binasa; dalam konteks ini berarti pengembara yang hampir punah
גָּדוֹל
gadol · besar
kuat dan banyak jumlahnya
Kata 'Aram' dan 'pengembara' menunjukkan kerendahan hati, sementara 'besar' menunjukkan bagaimana Tuhan mengubah keadaan. Ini mengajarkan bahwa keberadaan Israel adalah karya Tuhan, bukan prestasi sendiri.
Tahukah kamu
Aram dalam sejarah
Orang Aram merujuk pada Yakub yang tinggal di Padan-Aram, dan juga pada bangsa-bangsa di sekitar Syria. Pengakuan ini mengakui bahwa asal-usul Israel bukan dari bangsawan, melainkan dari pengembara.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 26:5
Kejadian 12:1-2
Janji menjadi besar
“Pergilah dari negerimu... Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar.”
Kejadian 46:27
Jumlah sedikit
“Seluruh orang Israel yang datang ke Mesir: tujuh puluh jiwa.”
Ulangan 7:7
Bukan karena kelebihan
“Bukan karena kamu lebih banyak dari bangsa lain, maka TUHAN mengasihi kamu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 26:5
✕ Sering dikira
Menganggap 'Aram' berarti leluhur Israel adalah orang Aram yang bukan ibrani.
✓ Yang sebenarnya
Ini merujuk pada Yakub yang tinggal di Aram, tapi tetap dari garis Abraham.
✕ Sering dikira
Mengira 'pengembara' berarti orang yang hilang tanpa tujuan.
✓ Yang sebenarnya
Istilah ini menekankan ketidakberdayaan dan ketergantungan pada Tuhan, bukan sekadar pengembara.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 26:5
Ingatlah dari mana kita berasal dan bagaimana Tuhan menuntun kita sampai hari ini. Kerendahan hati adalah kunci untuk tetap bergantung pada Tuhan dan tidak menjadi sombong.
Tuhan, tolong aku untuk tetap rendah hati dan mengingat bahwa semua yang kumiliki adalah kasih karunia-Mu. Amin.