Hak Imam Lewi
Ulangan 18:1
Nabi dan Pemimpin
“Imam-imam Lewi, yaitu seluruh suku Lewi, tidak mendapat bagian tanah pusaka di Israel. Mereka makan dari kurban bakaran untuk TUHAN yang menjadi bagiannya.”Ulangan 18:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Imam-imam orang Lewi, seluruh suku Lewi, janganlah mendapat bagian milik pusaka bersama- sama orang Israel; dari korban api-apian kepada TUHAN dan apa yang menjadi milik-Nya harus mereka mendapat rezeki.”Ulangan 18:1 · TB
Terjemahan Baru
“"Seluruh suku Lewi diberi tugas imam, karena itu tak boleh menerima bagian tanah di Israel. Mereka harus hidup dari persembahan-persembahan dan kurban-kurban lainnya yang diberikan TUHAN.”Ulangan 18:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Selanjutnya Musa berkata kepada umat Israel, “Seluruh suku Lewi, termasuk para imam, tidak akan mendapat bagian tanah untuk diwariskan kepada keturunan mereka seperti suku-suku Israel lainnya, karena bagian mereka sudah diterima dari TUHAN sendiri. Mereka diberi hak istimewa sebagai pelayan TUHAN secara turun temurun, seperti yang sudah Dia janjikan kepada mereka. Jadi, orang Lewi akan mendapat sebagian daging dari berbagai hewan kurban yang dipersembahkan oleh suku Israel lainnya kepada TUHAN, dan itu akan dianggap warisan mereka.”Ulangan 18:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“The priests the Levites, and all the tribe of Levi, shall have no part nor inheritance with Israel: they shall eat the offerings of the LORD made by fire, and his inheritance.”Ulangan 18:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 18:1?
Ulangan 18:1 menegaskan bahwa suku Lewi, termasuk para imam, tidak mendapat tanah pusaka seperti suku-suku lain di Israel. Mereka diberi hak untuk hidup dari persembahan yang dipersembahkan kepada TUHAN, karena Tuhan sendiri adalah bagian dan milik pusaka mereka.
Latar belakang
Hak dan Bagian Lewi
Musa menjelaskan bahwa suku Lewi tidak mendapat tanah pusaka seperti suku lain, justru Tuhan sendiri yang menjadi bagian mereka. Mereka diberi hak atas kurban bakaran yang dipersembahkan oleh umat.
Di mana
Dataran Moab
Di seberang sungai Yordan, sebelum masuk Kanaan
Kapan
~1400 SM
Akhir pengembaraan di padang gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, ~120 tahun
Kepada
Umat Israel
Bangsa pilihan Tuhan, sedang bersiap masuk Kanaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חֵלֶק
cheleq · bagian
Bagian, porsi, atau warisan yang dialokasikan
נַחֲלָה
nachalah · pusaka
Warisan atau milik pusaka yang diwariskan turun-temurun
אִשֶּׁה
isheh · kurban bakaran
Kurban yang dibakar di atas mezbah, sering diterjemahkan 'kurban api-apian'
Kata 'bagian' dan 'pusaka' menekankan bahwa Tuhan sendiri adalah warisan Lewi, bukan tanah. 'Kurban bakaran' menunjukkan bahwa imam diberi bagian dari apa yang dipersembahkan kepada Tuhan, menggarisbawahi bahwa pelayanan mereka ditopang oleh umat.
Tahukah kamu
Kurban Bakaran: Terbakar Habis?
Meskipun disebut 'kurban bakaran', sebagian boleh dimakan oleh imam: bagian paha depan, rahang, dan perut diberikan kepada imam sebagai hak mereka.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 18:1
Bilangan 18:20
Tuhan bagian Lewi
“Berfirmanlah TUHAN kepada Harun: 'Engkau tidak akan mendapat milik pusaka di negeri mereka... Akulah bagianmu dan milik pusakamu.'”
Yosua 13:14
Lewi tanpa tanah
“Kepada suku Lewi tidak diberikan bagian pusaka; kurban bakaran TUHAN yang menjadi bagiannya.”
1 Korintus 9:13
Pelayan mendapat bagian
“Mereka yang melayani dalam bait suci mendapat bagian dari kurban-kurban di bait suci.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 18:1
✕ Sering dikira
Imam Lewi tidak mendapat warisan sama sekali, jadi mereka miskin.
✓ Yang sebenarnya
Mereka mendapat bagian dari kurban dan persembahan, jadi sumber nafkah mereka adalah Tuhan dan umat.
✕ Sering dikira
Kurban bakaran berarti seluruhnya dibakar habis, imam tidak mendapat bagian.
✓ Yang sebenarnya
Ada bagian yang menjadi hak imam, seperti paha depan, rahang, dan perut.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 18:1
Hidup kita bisa seperti orang Lewi: mengandalkan Tuhan, bukan mengejar harta duniawi. Ketika kita memprioritaskan pelayanan dan kepercayaan kepada-Nya, Tuhan pasti menyediakan kebutuhan kita dengan cara-Nya yang ajaib.
Tuhan, ajari kami untuk mengandalkan-Mu sebagai bagian pusaka kami, dan percaya pada penyediaan-Mu dalam setiap langkah hidup kami. Amin.