Tabut Menyimpan Loh

Ulangan 10:5

Perjanjian Diperbarui dan Peringatan untuk Taat

PerikopLoh Batu Baru · Ulangan 10:1-11 →
“Aku turun dari gunung dan meletakkan loh batu itu ke dalam tabut yang kubuat, dan di situlah disimpan seperti yang TUHAN perintahkan kepadaku.”

Ulangan 10:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ulangan 10:5?

Musa turun dari gunung dan meletakkan loh batu di dalam tabut yang dibuatnya, sesuai perintah Tuhan. Ini melambangkan penyimpanan firman di tempat yang kudus dan menjadi pusat ibadah Israel.

Latar belakang

Tempat Penyimpanan yang Sakral

Musa menempatkan loh batu ke dalam tabut yang dibuatnya, menandakan bahwa hukum Tuhan berada di pusat ibadah Israel. Tabut ini menjadi simbol kehadiran Tuhan di tengah umat.

Di mana

Dataran Moab

Saat khotbah perpisahan

Kapan

~1400 SM

Perjalanan di padang gurun

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Menerima hukum Taurat
Memasuki Kanaan
Kamu di sini
M

Yang berbicara

Musa

Pemimpin Israel, nabiah, ~120 tahun

U

Kepada

Umat Israel

Bangsa pilihan yang sedang dalam perjalanan ke Kanaan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אָרוֹן

aron · tabut

Peti atau kotak, khususnya Tabut Perjanjian

שִׂים

sim · meletakkan

Menempatkan, menaruh

צָוָה

tsavah · memerintahkan

Memerintah, memberikan perintah

Tindakan Musa meletakkan loh di dalam tabut menunjukkan ketaatan pada perintah Tuhan, dan tabut menjadi tempat penyimpanan yang kudus bagi firman-Nya.

Tahukah kamu

Tabut yang Hilang

Keberadaan Tabut Perjanjian saat ini masih misterius; tidak ada yang tahu pasti di mana tabut itu berada.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 10:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ulangan 10:5

✕  Sering dikira

Tabut itu dibuat oleh Tuhan sendiri.

✓  Yang sebenarnya

Musa yang membuat tabut dari kayu akasia, bukan Tuhan.

✕  Sering dikira

Tabut berisi banyak benda, seperti manna dan tongkat Harun.

✓  Yang sebenarnya

Menurut ayat ini, hanya loh batu yang disimpan di dalamnya.

Renungan

Renungan Singkat Ulangan 10:5

Firman Tuhan harus menjadi pusat hidup kita, bukan hanya dibaca tetapi disimpan dalam hati dan menjadi pedoman setiap langkah. Evaluasi apakah firman sudah menjadi prioritas utama.

Tuhan, jadikan firman-Mu sebagai pusat dan pedoman hidup saya setiap hari. Amin.