Tangan Tuhan Diulurkan, Tetapi Israel Menolak
Roma 10:21
Hanya Iman pada Kristus
“Akan tetapi, tentang bangsa Israel, Ia berkata, “Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang suka membantah.””Roma 10:21 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi tentang Israel ia berkata: "Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah."”Roma 10:21 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi mengenai bangsa Israel Yesaya berkata, "Beginilah kata Allah, 'Sepanjang hari Aku mengulurkan tangan-Ku kepada suatu bangsa yang keras kepala dan tidak taat.'"”Roma 10:21 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sedangkan mengenai orang Israel, Allah berkata,“Sudah terlalu lama Aku mengulurkan tangan-Ku dan menunggu mereka kembali kepada-Ku, tetapi mereka tetap mengeraskan hati dan tidak mau taat kepada-Ku.””Roma 10:21 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But to Israel he saith, All day long I have stretched forth my hands unto a disobedient and gainsaying people.”Roma 10:21 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Roma 10:21?
Paulus mengutip Yesaya bahwa Allah mengulurkan tangan-Nya sepanjang hari kepada bangsa Israel, tetapi mereka tidak taat dan suka membantah. Ini menunjukkan kesabaran dan kasih Allah yang terus mengundang umat-Nya untuk bertobat, meskipun sering ditolak.
Latar belakang
Penawaran yang Tidak Henti, Penolakan yang Konsisten
Paulus menutup argumennya tentang Israel dengan kutipan Yesaia yang merangkum situasinya: sepanjang hari, Tuhan telah mengulurkan tangan-Nya kepada bangsa yang tidak taat dan membantah. Ini bukan tentang momen tunggal—ini adalah pola sepanjang sejarah. Tuhan terus menawarkan kasih, penebusan, dan pengampunan. Tetapi Israel terus menolak. Tragedi bukanlah kurangnya kasih Tuhan, tetapi penolakan yang keras kepala dari Israel.
Di mana
Sejarah Israel
Paulus merenungkan seluruh sejarah penolakan Israel terhadap Tuhan
Kapan
~56 M
Penyimpulan tentang penolakan Israel terhadap Tuhan
Yang berbicara
Tuhan (melalui kutipan Yesaia)
Pemberi penawaran yang konstan dan tanpa henti kepada Israel
Kepada
Israel yang membantah
Umat yang menolak tawaran Tuhan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐκτείνω
ekteinō · spread out
mengulurkan, merentangkan—gestur terbuka dan rentan
χεῖρ
cheir · hands
tangan, alat aksi dan pemberian—kemampuan untuk memberikan dan memberkati
ἀπειθέω
apeithéō · disobedient
tidak taat, menolak menurut—pilihan aktif untuk tidak berkompromi
Penolakan Israel terhadap Tuhan bukan karena Tuhan tidak memberikan kesempatan; Tuhan terus mengulurkan tangan dengan kasih sepanjang sejarah, tetapi Israel terus memilih untuk tidak taat dan membantah.
Tahukah kamu
Simbol Tangan Tuhan yang Diulurkan
Tangan yang diulurkan adalah simbol penerimaan, belas kasih, dan undangan. Paulus menunjukkan bahwa Tuhan tidak pernah menghentikan penawaran-Nya—sepanjang sejarah, Dia terus mengulurkan tangan-Nya dengan kasih, hanya untuk ditolak.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Roma 10:21
Yesaia 65:2
Kutipan asli yang Paulus gunakan untuk menyimpulkan argumennya tentang Israel
“Aku mengulurkan tangan-Ku sepanjang hari kepada bangsa yang membantah”
Jeremia 7:25
Tema kepanjangan penawaran Tuhan dan penolakan Israel
“Aku mengirim kepada kamu semua hamba-hamba-Ku, para nabi, tetapi mereka tidak mendengarkan”
Lukas 13:34
Duka Yesus tentang penolakan Yerusalem
“Berapa kalilah Aku ingin mengumpulkan anak-anakmu, tetapi kamu tidak mau”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Roma 10:21
✕ Sering dikira
Tuhan telah menolak Israel dan tidak lagi menawarkan keselamatan kepada mereka
✓ Yang sebenarnya
Tuhan terus mengulurkan tangan kepada Israel; penolakan adalah pilihan Israel, bukan Tuhan
✕ Sering dikira
Kesalahan terletak pada ketidakjelasan penawaran Tuhan
✓ Yang sebenarnya
Kesalahan terletak pada kekerasan kepala Israel; Tuhan telah mengulurkan tangan sepanjang sejarah
Renungan
Renungan Singkat Roma 10:21
Allah tidak pernah menyerah pada kita, bahkan ketika kita berulang kali tidak taat atau membantah. Hari ini adalah kesempatan untuk menanggapi uluran tangan-Nya yang sabar, bukan mengeraskan hati.
Tuhan yang penuh kasih, terima kasih karena Engkau tidak pernah berhenti mengulurkan tangan-Mu kepadaku; tolong aku untuk taat dan tidak membantah pimpinan-Mu. Amin.