Perlombaan tak selalu untuk yang cepat
Pengkhotbah 9:11
Waktu dan kesempatan yang tak terduga
“Sekali lagi, aku melihat di bawah matahari bahwa perlombaan bukanlah untuk yang cepat, pertarungan bukanlah untuk yang kuat, roti bukanlah untuk yang berhikmat, kekayaan bukanlah untuk yang berpengertian, atau kemurahan untuk yang berpengetahuan. Namun, waktu dan kesempatan terjadi kepada mereka semua.”Pengkhotbah 9:11 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, Pengkhotbah 9.12–16 29 kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.”Pengkhotbah 9:11 · TB
Terjemahan Baru
“Di dunia ini ada lagi yang kulihat: perlombaan tidak selalu dimenangkan oleh pelari cepat, pertempuran tidak selalu dimenangkan oleh orang yang kuat. Orang bijaksana tidak selalu mendapat mata pencaharian. Dan orang cerdas tidak selalu memperoleh kekayaan. Juga para ahli tidak selalu menjadi terkenal. Sebab siapa saja bisa ditimpa nasib sial.”Pengkhotbah 9:11 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Aku juga memperhatikan hal-hal ini dalam hidupku di dunia ini: Orang yang mampu berlari paling cepat tidak selalu memenangkan perlombaan. Prajurit terkuat tidak selalu memenangkan pertempuran. Bahkan orang bijak bisa mengalami kelaparan. Orang yang pintar tidak selalu berhasil menjadi kaya. Dan orang yang memiliki pengetahuan tidak selalu sukses. Karena secara kebetulan siapa saja bisa mengalami kemalangan atau keberhasilan.”Pengkhotbah 9:11 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“I returned, and saw under the sun, that the race is not to the swift, nor the battle to the strong, neither yet bread to the wise, nor yet riches to men of understanding, nor yet favour to men of skill; but time and chance happeneth to them all.”Pengkhotbah 9:11 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 9:11?
Ayat ini mengingatkan bahwa keberhasilan tidak selalu bergantung pada kemampuan atau kecepatan manusia, tetapi ada faktor waktu dan kesempatan yang Tuhan kendalikan. Ini menunjukkan bahwa hidup ini penuh ketidakpastian, dan manusia tidak dapat mengandalkan kekuatannya sendiri.
Latar belakang
Waktu dan kesempatan menentukan
Pengkhotbah mengamati bahwa hasil hidup tidak selalu ditentukan oleh kemampuan atau kelebihan, tetapi juga oleh waktu dan kesempatan yang tidak bisa dikendalikan manusia. Ini adalah pengamatan realitas hidup yang sering tidak adil.
Di mana
Yerusalem
Istana kerajaan, saat merenung
Kapan
~950 SM
Zaman Raja Salomo
Yang berbicara
Pengkhotbah
Guru bijaksana, mungkin Salomo, ~950 SM
Kepada
Pembaca Yahudi
Orang-orang yang mencari makna hidup
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מֵרוֹץ
merots · perlombaan
lari atau kompetisi
עֵת
et · waktu
saat atau musim yang tepat
פֶּגַע
pega · kesempatan
peristiwa yang terjadi, keberuntungan
Kecepatan, kekuatan, dan kecerdasan tidak menjamin sukses; waktu dan kejadian yang tak terduga justru berperan besar.
Tahukah kamu
Kata 'kesempatan' jarang muncul
Kata Ibrani 'pega' untuk 'kesempatan' hanya muncul di ayat ini, unik dalam Alkitab.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 9:11
Amsal 16:9
Tuhan menentukan
“Hati manusia memikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.”
Roma 9:16
bukan usaha
“Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi pada belas kasihan Allah.”
Pengkhotbah 3:1
ada waktunya
“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk setiap kegiatan di bawah langit ada waktunya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 9:11
✕ Sering dikira
Ayat ini mengajarkan fatalisme, bahwa usaha tidak berguna.
✓ Yang sebenarnya
Bukan fatalisme, tetapi pengakuan bahwa ada faktor di luar kendali manusia; tetap berusaha adalah kewajiban.
✕ Sering dikira
Tuhan tidak adil karena memberi kesempatan berbeda.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini tidak berbicara tentang keadilan Allah, tetapi tentang ketidakpastian hidup di bawah matahari.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 9:11
Belajar untuk rendah hati dan tidak sombong atas pencapaianmu, sadari bahwa semua adalah anugerah Tuhan. Saat menghadapi kegagalan, jangan putus asa karena Tuhan yang mengatur waktu dan kesempatan.
Tuhan, mampukan aku untuk percaya pada rencana-Mu dan tidak mengandalkan kekuatanku sendiri, karena Engkau yang menentukan waktu dan kesempatan. Amin.