Gunung meleleh seperti lilin

Mazmur 97:5

TUHAN Raja yang Mahatinggi

PerikopTUHAN, Sang Raja Semesta · Mazmur 97:1-12 →
“Gunung-gunung meleleh seperti lilin di hadapan TUHAN, di hadapan Tuhan atas seluruh bumi.”

Mazmur 97:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 97:5?

Ayat ini menggunakan gambaran gunung yang meleleh seperti lilin untuk menunjukkan kuasa Allah yang luar biasa di hadapan Tuhan atas seluruh bumi. Tidak ada gunung, yang merupakan simbol kekuatan dan ketetapan, yang dapat bertahan di hadapan-Nya. Ini menegaskan bahwa tidak ada satu pun kekuatan di dunia ini yang dapat menandingi Allah.

Latar belakang

Gunung-gunung tunduk pada Raja

Pemazmur menggunakan hiperbola puitis: gunung, simbol kekuatan dan ketetapan, meleleh seperti lilin di hadapan TUHAN. Ini menekankan bahwa tidak ada yang dapat bertahan di hadapan kemuliaan-Nya, dan semua kekuatan dunia tunduk pada-Nya.

Di mana

Yerusalem

Di bait Allah, saat ibadah

Kapan

~950 SM

Kerajaan Israel dalam Alkitab

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Daud menjadi raja
Bait Allah didirikan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pemazmur

Penyair Israel, mungkin dari kalangan Lewi

U

Kepada

Umat Israel

Jemaat peribadatan di bait Allah

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מָסַס

masas · meleleh

Mencair, larut, atau hancur karena panas

דּוֹנַג

donag · lilin

Lilin lebah, sesuatu yang mudah meleleh

מִפָּנָיו

mip panav · hadapan

Di depan wajah-Nya, di hadirat-Nya

Kombinasi 'meleleh seperti lilin' dan 'di hadapan' menunjukkan bahwa tak ada yang bisa bertahan dalam hadirat TUHAN; bahkan yang paling kokoh pun menjadi cair. Ini menegaskan keagungan-Nya yang mutlak.

Tahukah kamu

Gunung sebagai simbol kekuatan

Dalam Alkitab, gunung sering melambangkan kekuatan, ketetapan, dan kehadiran ilahi (seperti Sinai). Di sini, justru gunung-gunung meleleh, menunjukkan TUHAN sebagai Tuhan atas semua kekuatan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 97:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 97:5

✕  Sering dikira

Menganggap gunung-gunung hancur secara fisik setiap kali Allah muncul.

✓  Yang sebenarnya

Ini bahasa puitis yang menggambarkan kerendahan dan ketidakberdayaan segala sesuatu di hadapan Allah.

✕  Sering dikira

Mengira ini berarti Allah hanya hadir di tempat yang dahsyat.

✓  Yang sebenarnya

Ini menunjukkan bahwa kehadiran Allah membawa transformasi, bukan kehancuran bagi umat-Nya.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 97:5

Ketika menghadapi masalah yang besar seperti gunung, ingatlah bahwa Allah mampu melelehkannya. Jangan bersandar pada kekuatanmu sendiri, tetapi biarkan Tuhan yang bekerja dalam situasimu.

Bapa, Engkau Tuhan atas seluruh bumi; lelehkan gunung-gunung masalah dalam hidupku dan biarkan kuasa-Mu dinyatakan, Amin.