Membenci Dusta, Mencintai Taurat

Mazmur 119:163

Kebahagiaan orang yang mengasihi firman Tuhan

PerikopShin · Mazmur 119:161-168 →
“Aku benci dan muak terhadap dusta, tetapi aku mencintai taurat-Mu.”

Mazmur 119:163 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 119:163?

Ayat ini mengungkapkan kebencian yang kuat terhadap dusta dan kecintaan yang mendalam terhadap taurat Tuhan. Pemazmur menegaskan komitmennya untuk menjauhi segala bentuk kebohongan dan sebaliknya mengasihi firman Tuhan yang adalah kebenaran.

Latar belakang

Sikap terhadap dusta dan taurat

Pemazmur menyatakan kebencian yang kuat terhadap dusta, yang bertentangan dengan kebenaran Allah. Sebaliknya, ia mengasihi taurat Tuhan sebagai standar kebenaran yang membimbing hidupnya.

Di mana

Yerusalem

Di Bait Suci atau ruang doa pribadi, saat merenungkan firman

Kapan

~1000 SM

Kerajaan Israel bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Daud memimpin Israel
Kerajaan terpecah
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pemazmur

Orang beriman yang bergumul, mungkin seorang Lewi atau raja

T

Kepada

TUHAN

Allah Israel, yang kepadanya doa dan pujian ditujukan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׂנֵא

sane' · benci

membenci, merasa jijik atau menolak dengan kuat

קוֹט

qot · muak

muak, jijik, merasa jijik hingga mual

אָהַב

ahab · cintai

mengasihi, menyukai dengan mendalam

Pemazmur tidak hanya sekadar tidak suka pada dusta, tetapi merasa jijik secara fisik, sementara kasihnya pada firman Tuhan begitu dalam. Ini menunjukkan bahwa kasih sejati pada kebenaran selalu disertai kebencian aktif terhadap kejahatan.

Tahukah kamu

Kata 'muak' dalam bahasa Ibrani

Kata yang diterjemahkan 'muak' (קוֹט, qot) hanya muncul satu kali di seluruh Alkitab Ibrani, yaitu di ayat ini, menunjukkan intensitas emosi yang unik.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 119:163

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 119:163

✕  Sering dikira

Menganggap kebencian ini ditujukan kepada orang tertentu, bukan pada perbuatan.

✓  Yang sebenarnya

Konteks menunjukkan kebencian pada 'dusta' sebagai sifat atau tindakan, bukan pada pribadi.

✕  Sering dikira

Mengira 'muak' berarti pemazmur tidak tahan lagi, tetapi tetap bergumul.

✓  Yang sebenarnya

Ini justru ekspresi komitmen yang kuat, bukan kelelahan.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 119:163

Di era berita palsu dan manipulasi, kita dipanggil untuk membenci dusta dalam segala bentuknya. Mari kita mengasihi kebenaran firman Tuhan dan menjadikannya dasar dalam berkata-kata dan bertindak, sehingga hidup kita mencerminkan integritas.

Tuhan, tanamkan dalam hatiku kebencian terhadap dusta dan kasih yang mendalam kepada firman-Mu yang benar, amin.