Pohon tidak berbuah ditebang dan dibakar
Matius 7:19
Hidup yang Selaras dengan Kerajaan Surga
“Setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik akan ditebang dan dibuang ke dalam api.”Matius 7:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.”Matius 7:19 · TB
Terjemahan Baru
“Setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, ditebang dan dibakar.”Matius 7:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik akan ditebang dan dibakar.”Matius 7:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Every tree that bringeth not forth good fruit is hewn down, and cast into the fire.”Matius 7:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 7:19?
Ayat ini menekankan konsekuensi dari tidak menghasilkan buah yang baik. Dalam konteks nabi palsu, ini berarti ajaran atau hidup yang tidak sesuai dengan kehendak Allah akan berujung pada penghakiman. Ini adalah peringatan keras bahwa iman tanpa perbuatan baik adalah sia-sia.
Latar belakang
Penghakiman yang sudah dijadwalkan
Yesus menggunakan present tense ('ditebang') untuk menggambarkan sesuatu yang akan terjadi — seolah proses itu sudah dimulai. Ini bukan ancaman di masa jauh, tapi gambaran proses alami: pohon yang tidak berbuah sudah tidak berguna dan akan ditebang. Yohanes Pembaptis pernah menggunakan gambar yang sama (Mat 3:10) untuk memperingatkan orang Farisi.
Di mana
Bukit Beatitudes, Galilea
Lereng bukit, pagi hari
Kapan
~30 M
Khotbah di Bukit — konsekuensi pohon tidak berbuah
Yang berbicara
Yesus
Rabi dari Galilea, tegas soal konsekuensi
Kepada
Murid-murid dan orang banyak
Termasuk mereka yang butuh mendengar konsekuensi yang jelas
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐκκόπτεται
ekkoptetai · cut down
Ditebang, dipotong dari akarnya — present tense, menunjukkan ini adalah proses yang sedang/akan terjadi.
βάλλεται
balletai · thrown
Dilemparkan, dibuang — tindakan yang aktif dan final.
πῦρ
pyr · fire
Api — dalam konteks Alkitab sering merujuk pada penghakiman ilahi yang memurnikan atau menghancurkan.
Kedua kata kerja (ekkoptetai dan balletai) dalam present tense memberi kesan proses yang sudah bergerak — bukan ancaman masa depan yang abstrak. Pohon yang tidak berbuah sudah dalam proses menuju penebangan.
Tahukah kamu
Yohanes Pembaptis pakai gambar yang sama
Dalam Matius 3:10, Yohanes Pembaptis berkata: 'Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.' Yesus menggunakan gambar yang sama persis — kemungkinan besar disengaja sebagai pengulangan yang punya berat otoritas.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 7:19
Matius 3:10
paralel kata Yohanes Pembaptis
“Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.”
Yohanes 15:6
gambar serupa tentang api
“Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan dan dilempar ke dalam api lalu dibakar.”
Lukas 13:6-9
perumpamaan pohon ara tidak berbuah
“Seorang punya pohon ara yang ditanam di kebun anggurnya, lalu ia datang untuk mencari buah pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 7:19
✕ Sering dikira
Api di sini hanya simbol pembersihan dan pemurnian, bukan penghakiman yang serius
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks Yesus, api penghakiman adalah gambaran yang sangat nyata — Dia tidak sedang melembutkan ancaman ini.
✕ Sering dikira
Ini hanya tentang nabi palsu, bukan tentang orang biasa yang tidak berbuah
✓ Yang sebenarnya
Meski konteks langsung adalah nabi palsu, prinsipnya berlaku untuk semua pengikut Yesus yang dipanggil untuk berbuah.
Renungan
Renungan Singkat Matius 7:19
Periksa hidupmu: apakah buah yang kamu hasilkan mencerminkan kebaikan Allah? Mari berkomitmen untuk melakukan tindakan nyata yang membawa berkat bagi sesama, bukan hanya ucapan.
Tuhan, mampukan aku产生 buah yang baik dalam hidupku, agar hidupku memuliakan-Mu dan menjadi berkat. Amin.