Bapa kami yang di surga — awal Doa Bapa Kami
Matius 6:9
Berdoa, Berpuasa, dan Beriman: Cara yang Benar
“Berdoalah demikian, ‘Bapa kami yang di surga, Dikuduskanlah nama-Mu.”Matius 6:9 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,”Matius 6:9 · TB
Terjemahan Baru
“Jadi berdoalah begini, 'Bapa kami di surga: Engkaulah Allah yang Esa. Semoga Engkau disembah dan dihormati.”Matius 6:9 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jadi hendaklah kalian berdoa seperti ini: Bapa kami yang di surga, kiranya semua orang menghormati Engkau sebagai Allah yang kudus.”Matius 6:9 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“After this manner therefore pray ye: Our Father which art in heaven, Hallowed be thy name.”Matius 6:9 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 6:9?
Yesus mengajarkan cara berdoa yang benar, dimulai dengan menyapa Bapa di surga, mengakui kekudusan nama-Nya. Kata 'dikuduskanlah nama-Mu' berarti menghormati dan mengagungkan Allah, mengakui bahwa Dia kudus dan layak disembah. Doa ini mengarahkan fokus kita kepada Tuhan terlebih dahulu.
Latar belakang
Memanggil Allah Bapa — revolusi dalam doa
Dalam doa Yahudi abad pertama, Allah biasanya disapa dengan gelar-gelar agung dan penuh jarak. Yesus memperkenalkan kata Abba (Bapa/Ayah) — sapaan yang sangat akrab, seperti yang dipakai anak kecil kepada ayah kandungnya. Ini mengubah keseluruhan tone doa: dari petisi kepada raja menjadi percakapan dengan ayah.
Di mana
Lereng bukit, Galilea
Kerumunan duduk dalam keheningan yang hormat mendengar pola doa ini
Kapan
~30 M
Khotbah di Bukit, bagian kedua
Yang berbicara
Yesus
Rabi dari Nazaret, mengajarkan pola doa kepada murid-murid
Kepada
Murid-murid dan orang banyak
Orang Yahudi yang biasa memanggil Allah dengan gelar-gelar formal seperti Tuhan Semesta Alam
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
Πάτερ
Bapa · Father
Vokativ dari Pater — sapaan langsung, bukan gelar formal; mencerminkan kedekatan relasi
ἡμῶν
kami · our
Bentuk jamak — doa ini bukan hanya individual tapi komunal, kita bersama
ἁγιασθήτω
dikuduskanlah · hallowed
Dari hagios (kudus) — kata kerja pasif aorist: biarlah nama-Mu diperlakukan sebagai kudus
Sapaan Bapa kami (Πάτερ ἡμῶν) menggabungkan keakraban personal dengan dimensi komunal — dan permohonan pertama langsung tentang kekudusan nama-Nya (ἁγιασθήτω), bukan tentang kebutuhan kita.
Tahukah kamu
Abba dipakai anak-anak, bukan hanya dalam konteks formal
Kata Aram Abba yang ada di balik Bapa dalam doa ini adalah kata yang dipakai anak kecil kepada ayah kandung mereka — setara dengan Papa atau Ayah dalam bahasa sehari-hari. Tidak ada preseden sebelumnya dalam doa Yahudi untuk menyapa Allah seakrab ini.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 6:9
Roma 8:15
Identitas anak Allah yang memungkinkan kita menyebut Allah Bapa
“Kamu telah menerima Roh pengangkatan anak, di mana kita berseru Abba, Bapa”
Galatia 4:6
Roh yang memampukan kita berdoa dengan sapaan akrab ini
“Karena kamu anak, Allah mengutus Roh Anak-Nya ke dalam hati kita yang berseru Abba, Bapa”
Yohanes 17:1
Yesus sendiri menggunakan sapaan Bapa dalam doa-Nya yang paling mendalam
“Yesus menengadah ke langit dan berkata: Bapa, saat telah tiba”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 6:9
✕ Sering dikira
Doa Bapa Kami harus diulang kata per kata setiap kali berdoa
✓ Yang sebenarnya
Yesus berkata berdoalah demikian — ini pola dan model, bukan mantra yang harus diucapkan persis kata demi kata
✕ Sering dikira
Bapa kami berarti Allah hanya milik orang Kristen
✓ Yang sebenarnya
Sebagai pencipta, Allah adalah Bapa semua manusia; dalam konteks ini lebih merujuk pada relasi perjanjian yang dimasuki lewat iman
Renungan
Renungan Singkat Matius 6:9
Saat berdoa, mulailah dengan memuji dan mengagungkan Tuhan, bukan langsung meminta. Ini mengingatkan kita bahwa hubungan dengan Allah lebih penting daripada daftar permintaan. Hari ini, luangkan waktu beberapa menit untuk memuji nama-Nya yang kudus sebelum mengutarakan kebutuhan Anda.
Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu; aku memuliakan-Mu karena Engkau kudus dan agung. Amin.