Jangan bertanya apa yang akan dimakan dan dipakai
Matius 6:31
Berdoa, Berpuasa, dan Beriman: Cara yang Benar
“Karena itu, jangan kamu khawatir dengan berkata, ‘Apa yang akan kami makan?’, atau ‘Apa yang akan kami minum?’, atau ‘Apa yang akan kami pakai?’”Matius 6:31 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami Matius 6.32–7.4 27 makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?”Matius 6:31 · TB
Terjemahan Baru
“Janganlah khawatir dan berkata, 'Apa yang akan kita makan', atau 'apa yang akan kita minum', atau 'apa yang akan kita pakai'?”Matius 6:31 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Jadi tidak usah kuatir memikirkan, ‘Apakah yang akan aku makan?’ atau, ‘Apakah yang akan aku minum?’ atau, ‘Apakah yang akan aku pakai?’”Matius 6:31 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Therefore take no thought, saying, What shall we eat? or, What shall we drink? or, Wherewithal shall we be clothed?”Matius 6:31 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 6:31?
Ayat ini menegaskan bahwa kita tidak perlu khawatir tentang kebutuhan hidup sehari-hari seperti makanan, minuman, dan pakaian. Kekhawatiran adalah ciri orang yang tidak percaya pada pemeliharaan Allah. Kita dipanggil untuk percaya bahwa Bapa di surga tahu apa yang kita butuhkan.
Latar belakang
Pertanyaan yang terlarang
Yesus tidak melarang kita merencanakan makan siang besok. Yang Ia larang adalah pertanyaan yang muncul dari kecemasan: Apa yang akan kami makan? dalam artian Apakah Allah sungguh-sungguh peduli? Pertanyaan itu menunjukkan hati yang belum percaya.
Di mana
Lereng bukit, Galilea
Penutup argumen panjang dari ayat 25-30, nada peringatan yang tegas
Kapan
~30 M
Khotbah di Bukit, bagian kedua
Yang berbicara
Yesus
Rabi dari Nazaret, merangkum argumen sebelumnya dengan peringatan langsung
Kepada
Murid-murid dan orang banyak
Orang yang kekhawatirannya dominan dalam pikiran sehari-hari
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
μὴ μεριμνήσητε
jangan kamu khawatir · do not be anxious
Aorist subjunctive — penekanan kuat: jangan sampai masuk ke kondisi kekhawatiran itu
τί φάγωμεν
apa yang akan kami makan · what shall we eat
Pertanyaan deliberatif — bukan informasi, tapi kecemasan yang disuarakan
τί περιβαλώμεθα
apa yang akan kami pakai · what shall we wear
Periballō dalam bentuk pertanyaan — menunjukkan kecemasan tentang perlindungan dasar
Tiga pertanyaan tentang makan, minum, dan pakaian — semuanya ekspresi satu kekhawatiran yang sama (μεριμνάω) yang harus ditolak karena Bapa sudah tahu.
Tahukah kamu
Pengulangan tiga pertanyaan identik menciptakan ritme liturgi
Tiga pertanyaan Apa yang akan kami makan?, Apa yang akan kami minum?, Apa yang akan kami pakai? menciptakan ritme tricolon yang dalam sastra kuno sering dipakai untuk doa atau ratapan. Yesus mengambil format doa kecemasan dan mengubahnya menjadi sesuatu yang seharusnya tidak perlu diucapkan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 6:31
Keluaran 16:3
Contoh kekhawatiran yang sama di padang gurun — bertanya apakah Allah peduli soal makan
“Bangsa Israel bersungut-sungut: kami mati kelaparan di Mesir, lebih baik di sana”
Bilangan 11:4-6
Kecemasan tentang makanan yang menghasilkan ketidakpuasan, bukan kepercayaan
“Tidak ada yang lain yang kami lihat selain manna ini”
Filipi 4:11
Kepuasan yang dipelajari sebagai alternatif terhadap kecemasan tentang kebutuhan dasar
“Aku sudah belajar puas dalam segala keadaan, baik kekurangan maupun kelimpahan”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 6:31
✕ Sering dikira
Tiga pertanyaan ini menunjukkan Yesus melarang bicara tentang rencana makan atau berbelanja
✓ Yang sebenarnya
Yang dilarang adalah pertanyaan dari kecemasan yang mencerminkan ketidakpercayaan — bukan perencanaan praktis yang sehat
✕ Sering dikira
Ayat ini berlaku untuk semua orang di semua situasi tanpa pengecualian
✓ Yang sebenarnya
Prinsipnya universal, tapi aplikasinya membutuhkan hikmat kontekstual — seseorang dalam krisis yang nyata membutuhkan respons yang berbeda dari perencanaan biasa
Renungan
Renungan Singkat Matius 6:31
Hidup ini lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan fisik. Saat kamu mulai khawatir, ingatlah bahwa Allah sudah tahu kebutuhanmu dan Dia setia memelihara. Coba pejamkan mata sejenak dan serahkan kekhawatiranmu pada-Nya, lalu fokus pada hal yang lebih bermakna.
Bapa, aku percaya Engkau mengetahui setiap kebutuhanku. Ajar aku untuk tidak khawatir tetapi berserah penuh kepada-Mu. Amin.