Jenazah Yesus diletakkan dalam makam batu baru Yusuf
Matius 27:60
Hari Paling Gelap dalam Sejarah
“dan membaringkan-Nya dalam kuburan yang baru, miliknya sendiri, yang sudah ia gali pada bukit batu. Lalu, Yusuf menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kuburan itu dan pergi.”Matius 27:60 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia.”Matius 27:60 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu ia meletakkan jenazah Yesus di dalam kuburan kepunyaannya sendiri yang dibuat di dalam sebuah bukit batu. Sesudah itu ia menggulingkan sebuah batu besar menutupi pintu kubur itu, lalu pergi.”Matius 27:60 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Mereka meletakkan mayat Yesus di dalam kuburan baru milik Yusuf sendiri, yang dibuat seperti gua di dalam bukit batu. Kemudian mulut gua kuburan itu ditutup dengan menggulingkan batu besar yang sudah disediakan sebagai penutup. Sesudah itu Yusuf dan orang-orang lain itu pulang.”Matius 27:60 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And laid it in his own new tomb, which he had hewn out in the rock: and he rolled a great stone to the door of the sepulchre, and departed.”Matius 27:60 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 27:60?
Yusuf menguburkan Yesus di kubur baru miliknya, sebuah kubur yang dipahat dari batu, lalu menutupnya dengan batu besar. Ini menunjukkan bahwa Yesus dikuburkan dengan layak, dan kubur itu menjadi saksi kebangkitan-Nya kelak.
Latar belakang
Makam yang baru sebagai detail penting
Matius menekankan bahwa makam itu 'baru' dan 'miliknya sendiri'. Ini penting secara apologetik: tidak ada jenazah lain di sana yang bisa menciptakan kebingungan. Batu yang digulingkan ke pintu adalah cara standar menutup makam pahat Yahudi — batu bundar besar yang bergerak di sepanjang alur batu.
Di mana
Makam Yusuf di Yerusalem, dekat Golgota
Makam baru yang dipahat dari batu kapur di bukit batu
Kapan
~30 M
Pasca-penyaliban — sore Jumat
Yang berbicara
Matius (narator)
Murid Yesus, mantan pemungut cukai
Kepada
Pembaca Injil Matius
Komunitas Yahudi-Kristen abad pertama
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
καινῷ μνημείῳ
kainō mnēmeiō · new tomb
makam baru, yang belum pernah dipakai — tidak ada jenazah lain
ἐλατόμησεν
elatomēsen · hewn out
dipahat dari batu, diukir dari formasi batu
λίθον μέγαν
lithon megan · great stone
batu besar yang digulingkan ke pintu makam
Detail 'makam baru' (kainō) dan 'milik sendiri' bukan dekorasi — ini adalah bukti bahwa tidak ada kemungkinan Yesus dikubur bersama jenazah lain atau di makam yang sudah dipakai.
Tahukah kamu
Makam pahat batu di Yerusalem
Makam jenis ini (kokim atau arcosolium) masih bisa ditemukan di sekitar Yerusalem hingga hari ini. Dipahat dari batu kapur lunak, pintu ditutup dengan batu bundar besar yang digelindingkan pada alur. Untuk membukanya dibutuhkan beberapa orang.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 27:60
Yohanes 19:41
Yohanes mengkonfirmasi makam baru di taman dekat Golgota
“Dekat tempat di mana Yesus disalib ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang belum pernah dipakai.”
Lukas 23:53
Lukas juga menekankan makam yang belum pernah dipakai
“Kemudian ia menurunkan jenazah itu...dan meletakkannya di sebuah kubur yang digali di dalam bukit batu, di mana belum pernah dimakamkan orang.”
Yesaya 53:9
Nubuat yang terpenuhi: Yesus dikubur di makam orang kaya
“Di tempat orang kaya pada waktu matinya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 27:60
✕ Sering dikira
'Makam ini sangat jauh dari Golgota sehingga tidak mungkin diakses sore hari'
✓ Yang sebenarnya
Yohanes 19:41 menyebut makam ada di taman dekat tempat penyaliban — jarak yang bisa ditempuh bahkan sore sebelum Sabat.
✕ Sering dikira
'Batu penutup makam sangat ringan sehingga bisa dipindahkan dengan mudah'
✓ Yang sebenarnya
Justru sebaliknya — Mark 16:3 mencatat para perempuan bertanya-tanya siapa yang akan menggulingkan batu itu, menunjukkan betapa beratnya.
Renungan
Renungan Singkat Matius 27:60
Yesus dikuburkan di kubur orang kaya, tetapi Ia bangkit dan tidak tertahan oleh kematian. Kita dapat percaya bahwa apa yang tampaknya berakhir dalam kegelapan, dapat menjadi awal dari keajaiban dan kehidupan baru.
Ya Tuhan, di tengah keputusasaan, ingatkan kami bahwa Engkau adalah Allah yang membangkitkan dan memberi harapan. Amin.