Pedang ditarik, telinga terpotong
Matius 26:51
Malam Paling Berat dalam Sejarah
“Dan, lihat, satu dari mereka yang bersama Yesus mengulurkan tangannya, menarik pedangnya, dan menyerang hamba imam besar itu, dan memotong telinganya.”Matius 26:51 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.”Matius 26:51 · TB
Terjemahan Baru
“Salah seorang pengikut-Nya yang berada di situ dengan Yesus, mencabut pedangnya dan memarang hamba imam agung sampai putus telinganya.”Matius 26:51 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi tiba-tiba salah seorang dari kami yang bersama Yesus mencabut pedangnya. Dia menyerang seorang budak imam besar dan memotong salah satu telinganya.”Matius 26:51 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And, behold, one of them which were with Jesus stretched out his hand, and drew his sword, and struck a servant of the high priest’s, and smote off his ear.”Matius 26:51 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 26:51?
Matius 26:51 menceritakan bahwa salah satu murid Yesus (Petrus, menurut Yohanes 18:10) menarik pedang dan menyerang hamba imam besar, memotong telinganya. Ini adalah reaksi spontan dari murid untuk membela Yesus, tetapi bertentangan dengan kehendak Yesus yang akan menyerahkan diri-Nya.
Latar belakang
Perlawanan yang salah strategi
Dalam kepanikan, salah satu murid menarik pedang dan memotong telinga hamba imam besar. Tindakan ini nampaknya heroik tapi tidak efektif — satu pedang melawan pasukan besar. Yohanes mengidentifikasikan ini adalah Petrus, si impulsif yang sama yang bersumpah mati bersama Yesus.
Di mana
Getsemani, Bukit Zaitun
Kekacauan penangkapan, seseorang menarik pedang secara refleks
Kapan
~30 M
Pekan Sengsara — Kamis dini hari
Yang berbicara
Matius (narator)
yang mencatat tindakan impulsif salah satu murid dengan singkat
Kepada
Pembaca Injil
yang akan melihat Yesus langsung menegur tindakan ini
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐκτείνας
ekteinas · menarik
Mengulurkan/menarik keluar — tindakan cepat dan refleks, bukan direncanakan
ἀφεῖλεν
apheilen · memotong
Melepaskan, memotong off — mungkin satu tebasan yang tidak terlalu akurat, mengenai telinga bukan leher
δοῦλον
doulon · hamba
Budak/pelayan — bukan prajurit, tapi orang paling bawah dalam hierarki yang datang; Petrus menyerang yang paling tidak berdaya
Petrus menarik pedang kepada 'doulon' — bukan kepada pemimpin atau prajurit, tapi hamba paling bawah dalam rombongan. Yesus segera menghentikan ini: bukan karena kekerasan tidak efektif, tapi karena ini bukan cara kerajaan Allah bekerja.
Tahukah kamu
Yohanes menyebut nama lengkapnya
Yohanes 18:10 mengidentifikasi murid itu sebagai Petrus, dan korbannya bernama Malkhus. Matius dan sinoptis lain sengaja tidak menyebut nama — mungkin untuk melindungi Petrus di awal sirkulasi Injil ketika penangkapan masih berbahaya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 26:51
Yohanes 18:10
Yohanes mengidentifikasi Petrus dan nama korban
“Simon Petrus yang membawa pedang itu mencabutnya, menetakkan hamba imam besar dan memotong telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus.”
Lukas 22:51
Lukas mencatat Yesus menyembuhkan telinga yang dipotong
“Tetapi Yesus berkata: Sudahlah, jangan lagi. Lalu Ia menyentuh telinga orang itu dan menyembuhkannya.”
Mikha 4:3
visi perdamaian mesianis yang Yesus hidupi, bukan perang
“Mereka akan menempa pedang-pedang mereka menjadi mata bajak dan tombak-tombak mereka menjadi pisau pemangkas.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 26:51
✕ Sering dikira
Murid yang menarik pedang sedang melakukan hal yang benar dengan membela Yesus.
✓ Yang sebenarnya
Yesus langsung menegur tindakan ini — bukan karena tidak ada yang perlu dibela, tapi karena cara ini bukan cara-Nya.
✕ Sering dikira
Yesus tidak mempedulikan korban yang telinganya dipotong.
✓ Yang sebenarnya
Lukas mencatat Yesus menyembuhkan telinga itu — bahkan dalam penangkapan-Nya, Dia masih berbuat baik kepada musuh-Nya.
Renungan
Renungan Singkat Matius 26:51
Kita sering ingin membela Tuhan dengan cara kita sendiri, seperti kekerasan atau emosi. Tetapi Yesus mengajar kita untuk mengikuti cara-Nya, yaitu jalan salib dan kerendahan hati, bukan dengan kekuatan fisik.
Tuhan, ampuni aku jika selama ini aku bertindak berdasarkan emosi dan bukan kehendak-Mu. Tuntunlah aku untuk taat pada-Mu. Amin.