Sepuluh gadis menunggu mempelai di malam hari
Matius 25:1
Siap atau Tidak Saat Waktunya Tiba
““Kemudian, Kerajaan Surga akan diumpamakan dengan sepuluh gadis yang membawa pelita-pelitanya dan pergi untuk bertemu mempelai laki-laki.”Matius 25:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.”Matius 25:1 · TB
Terjemahan Baru
“"Apabila Anak Manusia datang sebagai Tuhan, keadaannya seperti dalam perumpamaan ini: Sepuluh gadis pengiring pengantin masing-masing mengambil pelita, lalu pergi menyambut pengantin laki-laki.”Matius 25:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Pada waktu Aku datang kembali dan disambut sebagai Raja di dunia ini, kejadiannya bisa digambarkan seperti cerita berikut: Suatu hari ada pesta pernikahan yang diadakan pada malam hari. Sepuluh orang gadis bersiap-siap menghadiri pesta pernikahan itu. Masing-masing membawa pelitanya dan pergi menyambut pengantin laki-laki.”Matius 25:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then shall the kingdom of heaven be likened unto ten virgins, which took their lamps, and went forth to meet the bridegroom.”Matius 25:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 25:1?
Ayat ini memperkenalkan perumpamaan tentang sepuluh gadis yang membawa pelita untuk menyambut mempelai pria. Ini menggambarkan Kerajaan Surga sebagai sebuah perayaan pernikahan, dan kita sebagai umat Tuhan diibaratkan sebagai gadis-gadis yang harus siap menyambut kedatangan Kristus.
Latar belakang
Perumpamaan pembuka tentang kesiapan
Yesus baru saja menjelaskan tanda-tanda akhir zaman di Mat 24. Kini Dia memakai cerita sehari-hari yang dipahami semua orang Yahudi: prosesi pernikahan malam hari. Gadis-gadis bertugas menyambut mempelai pria dengan pelita untuk menerangi jalan masuk ke pesta.
Di mana
Bukit Zaitun, Yerusalem
Di luar tembok kota · malam menjelang, pandangan ke arah Bait Allah
Kapan
~30 M
Minggu terakhir pelayanan Yesus
Yang berbicara
Yesus
Guru dari Nazareth, sedang mengajar di Yerusalem
Kepada
Murid-murid Yesus
Empat murid bertanya soal akhir zaman di Bukit Zaitun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
παρθένοις
parthenois · virgins/gadis
Gadis muda yang belum menikah; dalam konteks ini penjaga pelita yang menunggu prosesi pengantin.
λαμπάδας
lampadas · lamps/pelita
Obor atau lampu yang dibawa tangan, bukan lentera kecil — membutuhkan minyak yang cukup agar bisa menyala lama.
νυμφίον
nymphion · bridegroom/mempelai laki-laki
Mempelai pria; dalam tradisi Yahudi ia adalah figur yang paling ditunggu-tunggu di pesta pernikahan.
Ketiga kata ini membangun panggung: gadis-gadis dengan pelita menyambut mempelai. Yesus memposisikan diri-Nya sebagai si mempelai — dan kita adalah para penjemput yang harus siap kapan pun Dia tiba.
Tahukah kamu
Pesta pernikahan Yahudi bisa mulai tengah malam
Di budaya Yahudi abad pertama, mempelai pria kadang datang jauh lebih lambat dari perkiraan — bisa sampai tengah malam. Para penjemput harus siap menunggu berjam-jam di luar dengan pelita menyala.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 25:1
Wahyu 19:7
mempelai dan pesta pernikahan
“Marilah kita bersukacita... karena pesta perkawinan Anak Domba sudah tiba.”
Matius 24:42
kesiapan menanti kedatangan
“Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.”
Yohanes 3:29
Yesus sebagai mempelai laki-laki
“Mempelai perempuan adalah milik mempelai laki-laki... Sukacitaku ini penuh.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 25:1
✕ Sering dikira
"Sepuluh gadis ini mewakili dua jenis orang Kristen"
✓ Yang sebenarnya
Konteks perumpamaan ini adalah soal kesiapan menanti kedatangan Yesus — bukan membagi kategori permanen anggota gereja.
✕ Sering dikira
"Kerajaan Surga sudah ada sekarang di bumi"
✓ Yang sebenarnya
Yesus berkata kerajaan itu 'akan diumpamakan' — merujuk ke kondisi saat kedatangan-Nya kelak, bukan keadaan saat ini.
Renungan
Renungan Singkat Matius 25:1
Seperti gadis-gadis yang menantikan mempelai, kita juga sedang menantikan kedatangan Yesus. Pertanyaannya: apakah kita benar-benar siap dan waspada, ataukah kita terlalu sibuk dengan hal lain sehingga melupakan hal yang terpenting?
Tuhan, ajar kami untuk hidup dalam kesiapan menyambut kedatangan-Mu, seperti gadis-gadis yang bijaksana. Amin.