Bukan kehendak Bapa jika satu pun binasa
Matius 18:14
Perumpamaan Domba yang Hilang
“Demikian juga, bukanlah kehendak Bapamu yang di surga jika seorang dari anak-anak kecil ini binasa.””Matius 18:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang."”Matius 18:14 · TB
Terjemahan Baru
“Begitu juga Bapamu yang di surga tidak mau salah seorang dari orang-orang yang baru percaya kepada-Ku ini sesat."”Matius 18:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Begitu jugalah Bapamu yang di surga. Dia tidak mau seorang pun dari anak-anak kecil yang percaya kepada-Nya tersesat dan binasa.””Matius 18:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Even so it is not the will of your Father which is in heaven, that one of these little ones should perish.”Matius 18:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 18:14?
Allah tidak menghendaki satu pun dari anak-anak kecil (mereka yang percaya) binasa. Ini adalah pernyataan tentang hati Allah yang penuh kasih dan keinginan-Nya agar semua orang diselamatkan. Ayat ini juga mendorong kita untuk tidak meremehkan atau mengabaikan mereka yang dianggap 'kecil'.
Latar belakang
Kehendak Bapa sebagai dasar sikap kita terhadap sesama
Yesus menutup perumpamaan domba dengan menyebut kehendak Bapa secara langsung. Ini bukan kesimpulan moral yang abstrak — ini fondasi teologis untuk semua yang sudah dikatakan sejak ayat 1. Mengapa tidak boleh meremehkan yang kecil? Karena Bapa tidak menghendaki satu pun dari mereka binasa. Sikap kita terhadap orang lain harus selaras dengan kehendak Bapa.
Di mana
Kapernaum
Di dalam rumah di Galilea
Kapan
~30 M
Pelayanan Galilea — pengajaran tentang hati Bapa
Yang berbicara
Yesus
Menyatakan kehendak Allah yang jelas tentang setiap jiwa
Kepada
Murid-murid
Para pengikut yang harus memahami nilai setiap orang dalam komunitas mereka
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
θέλημα
thelēma · will
Kehendak, keinginan — bukan sekadar preferensi, tapi niat yang aktif dan determinatif
πατρὸς
patros · Father
Bapa — relasi pribadi yang intim, berbeda dari 'Tuhan' yang lebih formal
ἀπόληται
apolētai · perish
Binasa, hilang selamanya — kata yang sama dengan 'hilang' di ayat 12, menghubungkan perumpamaan ke kesimpulan
Thelēma (kehendak) Patros (Bapa) adalah bahwa tidak satu pun apolētai (binasa). Kesimpulan teologis ini langsung terhubung ke gambaran domba hilang — kehendak Bapa adalah fondasi mengapa kita tidak boleh meremehkan siapa pun.
Tahukah kamu
Kata 'binasa' sama dengan kata untuk domba yang 'hilang'
Kata Yunani 'apólētai' (binasa) adalah bentuk lain dari kata yang sama yang dipakai untuk domba yang 'hilang' di ayat 12. Yesus dengan sadar menghubungkan kesimpulan teologis ini langsung ke gambaran perumpamaan — yang hilang bisa benar-benar binasa, dan itu bukan kehendak Bapa.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 18:14
2 Petrus 3:9
Kehendak Allah yang sama: tidak ada yang binasa
“Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa dan supaya semua orang berbalik dan bertobat.”
Yohanes 6:39
Kehendak Bapa agar tidak ada yang hilang
“Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang.”
1 Timotius 2:4
Allah menghendaki keselamatan semua orang
“Yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 18:14
✕ Sering dikira
"Ayat ini membuktikan universalisme — semua orang pasti selamat"
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah pernyataan kehendak dan niat Allah, bukan jaminan otomatis. Perumpamaan domba sendiri menunjukkan bahwa domba bisa benar-benar tersesat.
✕ Sering dikira
"Bapa di sini adalah Bapa dari semua manusia secara umum"
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks Matius 18, 'Bapamu yang di surga' merujuk pada Bapa Yesus dan Bapa dari mereka yang percaya — ini relasi perjanjian yang spesifik.
Renungan
Renungan Singkat Matius 18:14
Sadarilah bahwa setiap orang berharga di mata Allah. Jangan pernah menganggap seseorang tidak penting atau di luar jangkauan kasih-Nya. Mari kita doakan dan layani mereka dengan sungguh-sungguh.
Bapa, terima kasih karena Engkau tidak menghendaki seorang pun binasa; ubah hatiku agar memiliki kepedulian yang sama terhadap setiap orang. Amin.