Semua yang menyentuh jubah-Nya menjadi sembuh
Matius 14:36
Raja yang Gelisah dan Roti yang Berlipat Ganda
“Mereka memohon kepada Yesus supaya boleh menyentuh ujung jubah-Nya, dan semua orang yang menyentuhnya menjadi sembuh.”Matius 14:36 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.”Matius 14:36 · TB
Terjemahan Baru
“Dan mereka mohon kepada-Nya supaya boleh menyentuh jubah-Nya, biar hanya ujungnya. Lalu semua yang menyentuhnya menjadi sembuh.”Matius 14:36 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Mereka memohon kepada Yesus supaya diizinkan untuk menyentuh rumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menyentuh salah satu rumbai-Nya menjadi sembuh.”Matius 14:36 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And besought him that they might only touch the hem of his garment: and as many as touched were made perfectly whole.”Matius 14:36 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 14:36?
Orang-orang memohon untuk bisa menyentuh ujung jubah Yesus, dan semua yang menyentuh-Nya menjadi sembuh. Ini menunjukkan kuasa Yesus yang luar biasa, bahkan sentuhan pada jubah-Nya saja bisa menyembuhkan karena iman mereka.
Latar belakang
Ujung jubah yang membawa kesembuhan
Mereka memohon agar boleh menyentuh 'ujung jubah'-Nya — bukan lengannya, bukan tangannya, tapi bagian paling tepi dari pakaian-Nya. Ini juga yang dilakukan perempuan yang sudah 12 tahun sakit pendarahan (Matius 9:20). Keyakinan: bahkan kuasa yang paling tepi dari Yesus sudah cukup.
Di mana
Genesaret
Dataran terbuka, orang sakit berbaris menyentuh jubah Yesus
Kapan
~29 M
Pelayanan penyembuhan massal di Genesaret
Yang berbicara
Matius
mantan pemungut cukai, murid Yesus
Kepada
Pembaca Injil Matius
komunitas Yahudi Kristen generasi pertama
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
παρεκάλουν
parekaloun · memohon
Imperfek — terus-menerus memohon. Bukan sekali minta, tapi rentetan permohonan yang tidak berhenti.
ἅψωνται
hapsōntai · menyentuh
Subjunktif aorist dari haptomai — menyentuh dengan tujuan, bukan kontak tidak sengaja. Ada intensi dalam sentuhan ini.
κρασπέδου
kraspedou · ujung jubah
Jumbai di tepi jubah — dalam tradisi Yahudi ini adalah tzitzit, jumbai Taurat yang wajib dipakai. Menyentuhnya memiliki makna rohani.
Menyentuh jumbai jubah bukan takhayul — dalam konteks Yahudi itu adalah tindakan iman yang bermakna: mereka mendekati Yesus dari bagian yang paling sederhana dan terpinggir dari kuasa-Nya, dan itu sudah cukup.
Tahukah kamu
Ujung jubah dan maknanya dalam tradisi Yahudi
Ujung jubah orang Yahudi (kraspedon) memiliki jumbai khusus yang disebut tzitzit — diperintahkan dalam Bilangan 15:38-39. Ketika menyentuh jumbai jubah seorang nabi atau orang suci, seseorang secara simbolis menyentuh komitmen orang itu kepada Taurat. Ini bukan takhayul, tapi gestur penghormatan yang bermakna.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 14:36
Matius 9:20-21
preseden yang sama dengan sentuhan ujung jubah
“Seorang perempuan... menyentuh ujung jubah-Nya. Karena ia berkata dalam hatinya: Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”
Bilangan 15:38-39
dasar tradisi jumbai jubah dalam Taurat
“Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka membuat bagi dirinya sendiri jumbai-jumbai pada punggung jubah mereka...”
Maleakhi 4:2
gambaran mesianik tentang kesembuhan yang datang dari tepi sayap jubah
“...Matahari kebenaran akan terbit bagimu... dan dalam sinar sayap-Nya ada kesembuhan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 14:36
✕ Sering dikira
'Ini takhayul — orang berpikir kain jubah Yesus punya kekuatan magis'
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks Yahudi, menyentuh jumbai jubah adalah ekspresi iman dan penghormatan — Yesus sendiri mengakui sentuhan itu sebagai iman (bandingkan Matius 9:22).
✕ Sering dikira
'Hanya beberapa orang yang sembuh'
✓ Yang sebenarnya
Matius dengan jelas menuliskan 'semua orang yang menyentuhnya menjadi sembuh' — tidak ada pengecualian yang disebutkan.
Renungan
Renungan Singkat Matius 14:36
Jangan batasi cara Tuhan bekerja. Percayalah bahwa kuasa-Nya bisa menjangkau kita bahkan di tengah keterbatasan. Iman yang sederhana, seperti menyentuh ujung jubah, bisa membawa kesembuhan dan pemulihan.
Tuhan, berikan aku iman yang sederhana untuk menyentuh-Mu, dan sembuhkanlah aku dari segala sakit dan kelemahan. Amin.