Cari dulu siapa yang layak
Matius 10:11
Diutus: Misi Pertama Para Rasul
“Dan, di kota atau desa mana pun yang kamu masuki, selidikilah siapa yang layak di dalamnya dan tinggallah di sana sampai kamu berangkat.”Matius 10:11 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.”Matius 10:11 · TB
Terjemahan Baru
“Kalau kalian sampai di kota atau kampung, carilah seorang yang mau menerima kalian. Tinggallah dengan dia sampai kalian berangkat lagi.”Matius 10:11 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Ke mana pun kamu pergi, baik ke kota maupun kampung, carilah seseorang yang baik hati dan mau membuka pintu rumahnya bagimu. Tinggallah di situ sampai kamu berangkat lagi.”Matius 10:11 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And into whatsoever city or town ye shall enter, enquire who in it is worthy; and there abide till ye go thence.”Matius 10:11 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 10:11?
Yesus memerintahkan murid-murid untuk mencari orang yang layak di setiap kota dan tinggal di sana sampai mereka berangkat. Ini menunjukkan pentingnya membangun hubungan yang baik dan menghormati orang yang menerima pesan mereka.
Latar belakang
Strategi menginap: survei dulu
Yesus memberi strategi praktis: ketika tiba di kota, cari tahu dulu siapa yang layak dijadikan tuan rumah — baru tinggal sampai misi selesai. Jangan pindah-pindah rumah. Ini bukan tentang mencari fasilitas terbaik, tapi tentang menemukan orang yang memang terbuka pada pesan yang dibawa.
Di mana
Galilea
Sebelum mereka berangkat menjalankan misi
Kapan
~30 M
Pengutusan misi pertama para rasul
Yang berbicara
Yesus
Guru dan Tuhan yang sedang mengutus murid-murid-Nya
Kepada
Dua belas rasul
murid-murid Yesus yang baru menerima kuasa dan siap diutus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐξετάσατε
exetasate · selidikilah
Periksa dengan teliti, investigasi — bukan sekadar bertanya sekilas. Ada proses aktif mencari informasi sebelum memutuskan.
ἄξιος
axios · layak
Layak, pantas, sepadan — orang yang terbuka dan siap menerima pesan Kerajaan, bukan semata-mata orang kaya atau berpengaruh.
μείνατε
meinate · tinggallah
Aorist imperatif — tinggal dan jangan pindah. Konsistensi lokasi adalah bagian dari strategi, bukan kemalasan.
Axios (layak) di sini bukan tentang status sosial — tapi tentang keterbukaan hati. Proses exetasate (investigasi) sebelum meinate (menetap) mencerminkan strategi yang bijak: tahu medan sebelum bergerak.
Tahukah kamu
Keramahtamahan adalah kewajiban di Timur Tengah kuno
Di budaya Yahudi dan Timur Tengah kuno, menyambut tamu adalah kewajiban moral, bukan pilihan. Tamu yang datang membawa berkat harus disambut. Sistem misi ini dirancang sesuai dengan kultur keramahtamahan yang sudah ada.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 10:11
Lukas 10:7
instruksi yang sama tentang tidak pindah-pindah
“Tinggallah di rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu... Janganlah berpindah-pindah rumah.”
Kisah Para Rasul 16:15
praktik menginap di rumah orang yang terbuka
“Setelah ia dan seisi rumahnya dibaptis, ia mengundang kami: 'Masuklah ke rumahku dan tinggallah di sana...'”
Roma 16:23
tradisi keramahtamahan yang berlanjut di gereja mula-mula
“Gayus, tuan rumah saya dan seluruh jemaat, menyampaikan salam kepadamu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 10:11
✕ Sering dikira
'Mencari orang yang layak berarti Injil hanya untuk orang baik-baik saja'
✓ Yang sebenarnya
Axios di sini berarti terbuka dan mau menerima — bukan sempurna secara moral. Bahkan di sini Yesus sendiri berkata kepada pemungut pajak dan orang berdosa juga.
✕ Sering dikira
'Jangan pindah-pindah rumah berarti misionaris tidak boleh fleksibel'
✓ Yang sebenarnya
Ini instruksi efisiensi: membangun relasi mendalam di satu tempat lebih efektif daripada pindah-pindah. Bukan kekakuan, tapi strategi.
Renungan
Renungan Singkat Matius 10:11
Saat kita berbagi iman, carilah orang yang terbuka dan menerima, lalu bina hubungan yang tulus dengan mereka. Ini lebih efektif daripada berpindah-pindah tanpa membangun dasar.
Tuhan, berikan aku hikmat untuk mengenali orang-orang yang siap menerima injil dan beri aku kesabaran untuk membina hubungan yang bermakna. Amin.