Penggenapan yang sudah ditulis 700 tahun lalu
Matius 1:22
Kelahiran yang Mengubah Segalanya
“Semua hal ini terjadi untuk menggenapi yang difirmankan oleh Tuhan melalui nabi-Nya,”Matius 1:22 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:”Matius 1:22 · TB
Terjemahan Baru
“Semuanya itu terjadi demikian supaya terlaksana apa yang dikatakan Tuhan melalui nabi-Nya, yaitu,”Matius 1:22 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Allah mengatur semua itu supaya terjadi tepat sesuai dengan perkataan-Nya melalui nubuatan nabi-Nya,”Matius 1:22 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Now all this was done, that it might be fulfilled which was spoken of the Lord by the prophet, saying,”Matius 1:22 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 1:22?
Injil Matius sering mengutip nubuat Perjanjian Lama untuk menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias yang dinubuatkan. Kelahiran-Nya adalah penggenapan janji Allah melalui nabi Yesaya (Yesaya 7:14). Ini menunjukkan bahwa seluruh rencana Allah dalam Alkitab digenapi dalam diri Yesus.
Latar belakang
Formula penggenapan khas Matius
Matius menggunakan frasa 'untuk menggenapi yang difirmankan oleh Tuhan melalui nabi-Nya' sebanyak delapan kali dalam Injilnya. Ini adalah penanda sastra yang khas — Matius ingin pembacanya melihat bahwa setiap peristiwa dalam cerita Yesus bukan kebetulan, tapi penggenapan rencana yang sudah dicanangkan jauh sebelumnya.
Di mana
Nazaret / Yerusalem (konteks nubuat)
Komentar penulis Injil menghubungkan kejadian ke nubuat
Kapan
~5 SM (kejadian) / ~735 SM (nubuat asal)
Penggenapan nubuat Yesaya
Yang berbicara
Matius
mantan pemungut cukai, murid Yesus
Kepada
Orang Yahudi Kristen
komunitas Yahudi yang percaya Yesus adalah Mesias
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
πληρωθῇ
plērōthē · menggenapi
Dari plēroō — 'memenuhi sepenuhnya, melengkapi'; bukan hanya kebetulan cocok tapi pengisian penuh dari sesuatu yang sudah disiapkan.
ῥηθέν
rhēthen · difirmankan
Yang telah dikatakan atau diucapkan — bentuk pasif menunjukkan bahwa pihak yang berbicara adalah Allah sendiri, melalui nabi sebagai sarana.
προφήτου
prophētou · nabi
Nabi — bukan hanya peramal, tapi seseorang yang berbicara atas nama Allah; Matius menghubungkan Yesaya sebagai penyampai firman Allah.
Ketiga kata ini bersama membentuk klaim teologis yang kuat: apa yang Allah katakan (rhēthen) melalui nabi-Nya sekarang dipenuhi (plērōthē) sepenuhnya — bukan sebagian, tapi tuntas.
Tahukah kamu
Matius mengutip Yesaya versi Yunani
Ketika Matius mengutip Yesaya 7:14, dia menggunakan terjemahan Septuaginta (Yunani) yang menerjemahkan kata Ibrani almah sebagai parthenos (perawan). Kata almah dalam bahasa Ibrani sebenarnya berarti 'perempuan muda' — terjemahan Septuaginta yang memilih 'perawan' adalah pilihan yang kemudian menjadi teologis sangat signifikan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 1:22
Yesaya 7:14
nubuat yang digenapi
“Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki...”
Roma 15:4
fungsi nubuat lama
“Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita...”
2 Petrus 1:21
sumber nubuat
“...sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 1:22
✕ Sering dikira
'Menggenapi nubuat berarti Yesus sengaja mengatur hidupnya agar cocok dengan ramalan lama'
✓ Yang sebenarnya
'Penggenapan' dalam teologi Matius berarti Allah yang mengatur seluruh sejarah menuju satu titik — bukan manusia yang memanipulasi kejadian agar tampak cocok dengan nubuat.
✕ Sering dikira
'Ayat ini hanya jembatan transisi yang tidak penting'
✓ Yang sebenarnya
Formula penggenapan ini adalah inti argumen Matius kepada pembaca Yahudi: Yesus bukan pendatang baru, Dia adalah puncak dari seluruh cerita yang sudah berjalan ribuan tahun.
Renungan
Renungan Singkat Matius 1:22
Allah setia pada janji-Nya. Ketika kita membaca Alkitab, kita bisa melihat bagaimana Allah bekerja dalam sejarah dan yakin bahwa janji-janji-Nya untuk kita juga akan digenapi.
Bapa, aku percaya bahwa Engkau selalu menepati janji-Mu. Ajar aku untuk mengandalkan janji-Mu dalam hidupku setiap hari. Amin.