Yesus menyuruh murid-murid-Nya pergi
Markus 6:45
Yesus Diabaikan di Nazaret dan Mengutus Kedua Belas Murid
PerikopYesus Berjalan di Atas Air · Markus 6:45-52 →“Segera Yesus menyuruh murid-murid-Nya naik ke dalam perahu dan pergi mendahului-Nya ke seberang, ke Betsaida, sementara Dia menyuruh orang banyak pergi.”Markus 6:45 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.”Markus 6:45 · TB
Terjemahan Baru
“Sesudah itu Yesus segera menyuruh pengikut-pengikut-Nya berangkat dengan perahu mendahului Dia ke Betsaida di seberang danau, sementara Ia menyuruh orang banyak itu pulang.”Markus 6:45 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sesudah itu Yesus langsung menyuruh murid-murid-Nya naik perahu mendahului Dia ke kampung Betsaida di seberang danau, sementara Dia menyuruh orang banyak itu pulang.”Markus 6:45 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And straightway he constrained his disciples to get into the ship, and to go to the other side before unto Bethsaida, while he sent away the people.”Markus 6:45 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Markus 6:45?
Setelah mukjizat memberi makan, Yesus segera menyuruh murid-murid-Nya naik perahu dan pergi mendahului-Nya ke Betsaida, sementara Ia menyuruh orang banyak pulang. Ini menunjukkan ketaatan murid-murid kepada Yesus, meskipun mereka mungkin tidak mengerti mengapa harus berangkat.
Latar belakang
Yesus mengutus murid-murid-Nya mendahului
Setelah mukjizat memberi makan lima ribu orang, Yesus segera menyuruh murid-murid-Nya naik perahu menyeberang ke Betsaida, sementara Ia sendiri menyuruh orang banyak pulang. Ini menunjukkan keinginan Yesus untuk mengasingkan diri dan berdoa, serta melatih murid-murid-Nya dalam iman.
Di mana
Dekat Danau Galilea
Di tepi danau, setelah mukjizat memberi makan 5000 orang
Kapan
~29 M
Pelayanan Yesus di Galilea
Yang berbicara
Markus
Penulis Injil, rekan Petrus, menulis untuk pembaca non-Yahudi
Kepada
Pembaca Injil Markus
Komunitas Kristen awal, mungkin di Roma, menghadapi penganiayaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἠνάγκασεν
ēnankasen · menyuruh
memaksa atau mendesak dengan tegas
τοὺς μαθητὰς αὐτοῦ
tous mathētas autou · murid-murid-Nya
para pengikut yang belajar dari-Nya
πλοῖον
ploion · perahu
kapal atau perahu nelayan
Kata 'menyuruh' (ēnankasen) berarti 'memaksa'—Yesus mendesak murid-murid-Nya pergi, mungkin karena mereka enggan meninggalkan-Nya atau karena Yesus perlu waktu sendiri. Ini menunjukkan ketegasan Yesus dalam rencana-Nya dan pentingnya waktu doa pribadi.
Tahukah kamu
Betsaida adalah kampung halaman beberapa murid
Betsaida adalah kota asal Filipus, Andreas, dan Petrus (Yohanes 1:44). Meski demikian, Yesus pernah mengecam kota ini karena ketidakpercayaannya (Matius 11:21).
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Markus 6:45
Yohanes 6:15
Yesus menghindari popularitas
“Karena Yesus tahu bahwa mereka akan datang dan membawa Dia untuk menjadikan Dia raja, Ia mengundurkan diri lagi ke gunung, seorang diri.”
Markus 1:35
Yesus berdoa sendirian
“Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar, ke tempat yang sunyi, dan berdoa di sana.”
Matius 14:22
Peristiwa paralel
“Segera Yesus meminta murid-murid-Nya naik ke perahu dan pergi mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Markus 6:45
✕ Sering dikira
Yesus mengutus murid-murid-Nya karena Ia marah atau ingin menyingkirkan mereka.
✓ Yang sebenarnya
Yesus justru ingin menyendiri untuk berdoa, dan mengutus murid-murid-Nya sebagai bagian dari pelatihan mereka.
✕ Sering dikira
Mereka pergi ke Betsaida untuk beristirahat, padahal sebelumnya Yesus mengajak mereka beristirahat.
✓ Yang sebenarnya
Meski tujuan awalnya mencari tempat sepi, murid-murid tetap menghadapi badai, menunjukkan bahwa istirahat tidak selalu berarti bebas masalah.
Renungan
Renungan Singkat Markus 6:45
Ada saatnya Yesus menyuruh kita pergi ke tempat yang tidak kita duga, bahkan setelah mengalami berkat-Nya. Ketaatan berarti siap bergerak sesuai perintah-Nya, meskipun kita belum melihat gambaran besarnya. Percayalah bahwa Dia punya rencana.
Tuhan, berikan aku hati yang taat untuk segera melakukan perintah-Mu, sekalipun aku tidak mengerti sepenuhnya. Amin.