Menyentuh jubah dari belakang
Markus 5:27
Kuasa atas Roh, Penyakit, dan Kematian
“Ketika mendengar tentang Yesus, perempuan itu mendatangi-Nya dari belakang di tengah-tengah kerumunan dan menjamah jubah-Nya.”Markus 5:27 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.”Markus 5:27 · TB
Terjemahan Baru
“Wanita itu sudah mendengar banyak tentang Yesus. Maka di tengah-tengah orang banyak itu, ia mendekati Yesus dari belakang,”Markus 5:27 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Perempuan itu sudah mendengar tentang Yesus. Jadi dia mengikuti-Nya dari belakang di tengah orang banyak dan menyentuh jubah Yesus,”Markus 5:27 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“When she had heard of Jesus, came in the press behind, and touched his garment.”Markus 5:27 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Markus 5:27?
Perempuan itu percaya bahwa menjamah jubah Yesus saja sudah cukup untuk menyembuhkannya. Ia datang dari belakang di tengah kerumunan, menunjukkan kerendahan hati dan keyakinan yang besar pada kuasa Yesus.
Latar belakang
Iman yang bersembunyi tapi berani
Ini adalah tindakan yang penuh risiko. Perempuan yang tidak tahir seharusnya tidak berada di kerumunan publik — kehadirannya saja sudah melanggar aturan. Menyentuh orang berarti menularkan kenajisannya. Mendekati seorang guru berarti mengambil risiko dipermalukan di depan banyak orang. Tapi dia melakukannya juga — dari belakang, diam-diam, berharap tidak ada yang tahu.
Di mana
Di tengah kerumunan, jalan menuju rumah Yairus
Perempuan menyelinap dari belakang dalam kerumunan padat
Kapan
~29 M
Tindakan iman perempuan berdarah
Yang berbicara
Markus
penulis Injil yang menggambarkan tindakan iman yang tidak terlihat
Kepada
Pembaca Injil Markus
yang perlu melihat iman yang diam-diam ini
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἀκούσασα
akousasa · mendengar
Setelah mendengar — imannya dimulai dari mendengar cerita tentang Yesus, bukan dari melihat sendiri mukjizatnya.
ἐλθοῦσα ἐν τῷ ὄχλῳ ὄπισθεν
elthousa en to ochlo opisthen · mendatangi dari belakang
Datang dari belakang dalam kerumunan — strategi diam-diam, menghindari perhatian karena tahu kondisinya yang tidak tahir.
ἥψατο
hepsato · menjamah
Menyentuh — kontak fisik yang dia upayakan dengan susah payah, sentuhan yang kecil tapi penuh iman.
Imannya lahir dari 'mendengar' — bukan dari melihat atau mengalami sendiri dulu. Dan dia bertindak atas iman itu meski harus datang sembunyi-sembunyi dari belakang. Ini iman yang rendah hati sekaligus berani.
Tahukah kamu
Jubah dengan rumbai biru
Yesus sebagai orang Yahudi taat kemungkinan memakai talit — jubah dengan rumbai (tzitzit) di keempat sudutnya sesuai Bilangan 15:38. Beberapa tafsir percaya perempuan itu menyentuh rumbai tersebut — bagian jubah yang secara khusus melambangkan ketaatan kepada perintah Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Markus 5:27
Roma 10:17
iman yang lahir dari mendengar berita tentang Yesus
“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran melalui firman Kristus.”
Bilangan 15:38-39
rumbai jubah yang kemungkinan disentuh perempuan ini
“Perintahkanlah kepada orang Israel supaya mereka membuat rumbai-rumbai pada punggung pakaian mereka...”
Maleakhi 4:2
sayap/rumbai yang membawa kesembuhan — gambaran mesianik
“...matahari kebenaran akan terbit bagimu dan pada sayap-sayapnya ada kesembuhan...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Markus 5:27
✕ Sering dikira
Perempuan ini menyentuh Yesus karena dia sudah tidak peduli aturan kenajisan
✓ Yang sebenarnya
Justru kesadarannya akan kenajisannya yang membuat dia datang dari belakang secara diam-diam — dia sangat sadar aturan itu, tapi imannya kepada Yesus lebih besar dari rasa takutnya.
✕ Sering dikira
Tindakannya hanya takhayul — menyentuh baju orang suci untuk minta berkat
✓ Yang sebenarnya
Yesus sendiri nantinya mengakui imannya (bukan takhayulnya) sebagai yang menyembuhkan — ini bukan ritual magis tapi ekspresi iman yang nyata.
Renungan
Renungan Singkat Markus 5:27
Iman tidak selalu harus spektakuler; kadang cukup dengan meraih Yesus dalam kerumunan kehidupan kita. Jangan ragu untuk mendekat kepada-Nya, sekalipun kita merasa tidak pantas atau takut diketahui orang.
Tuhan, kuatkan imanku untuk berani mendekat kepada-Mu, walaupun dalam keadaan yang sulit dan takut. Amin.