Bayangan salib di tengah sukacita
Markus 2:20
Orang Lumpuh, Pemungut Pajak, dan Sabat
“Namun, saatnya akan tiba ketika pengantin laki-laki akan diambil dari mereka, maka pada hari itu mereka akan berpuasa.”Markus 2:20 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”Markus 2:20 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi akan datang waktunya pengantin laki-laki itu diambil dari mereka. Pada waktu itu barulah mereka tidak makan.”Markus 2:20 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi bayangkan apa yang akan terjadi kalau pengantin laki-laki itu dirampas dari mereka. Hal itulah yang akan terjadi pada-Ku, dan saat itulah murid-murid-Ku akan berpuasa sebagai tanda dukacita.””Markus 2:20 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But the days will come, when the bridegroom shall be taken away from them, and then shall they fast in those days.”Markus 2:20 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Markus 2:20?
Yesus menubuatkan saat ketika Dia akan diambil dari murid-murid-Nya, merujuk pada kematian dan kenaikan-Nya. Setelah itu, murid-murid akan berpuasa sebagai ungkapan kerinduan dan kesedihan, sekaligus disiplin rohani untuk tetap fokus kepada-Nya.
Latar belakang
Isyarat pertama tentang kematian-Nya
Di tengah penjelasan yang riang tentang pesta pernikahan, Yesus tiba-tiba menyisipkan nada minor: 'saatnya akan tiba ketika mempelai laki-laki akan diambil dari mereka.' Kata 'diambil' dalam bahasa Yunani punya konotasi kekerasan — bukan pergi dengan damai, tapi dicabut paksa. Ini isyarat pertama dalam Markus tentang kematian Yesus.
Di mana
Kapernaum, Galilea
Masih dalam konteks diskusi tentang puasa
Kapan
~30 M
Awal pelayanan Yesus di Galilea
Yang berbicara
Yesus
Mulai memberi isyarat tentang penderitaan yang akan datang
Kepada
Para penanya soal puasa dan murid-murid
Mereka yang mendengar penjelasan tentang mempelai
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἀπαρθῇ
aparthē · taken away
Diambil paksa, dicabut — bukan kepergian biasa. Kata yang sama dipakai di Yesaya 53:8 LXX untuk kematian Hamba Tuhan.
ἐκείνῃ τῇ ἡμέρᾳ
ekeinē tē hēmera · that day
Hari itu — ungkapan yang intens dan spesifik, menunjuk pada satu peristiwa tertentu di masa depan.
νηστεύσουσιν
nēsteusousin · fast
Mereka akan berpuasa — kata kerja future. Puasa akan datang, tapi bukan sekarang.
Aparthē (diambil paksa) pada ekeinē tē hēmera adalah bayangan gelap di tengah gambar sukacita. Setelah hari itu, nēsteusousin — mereka akan berpuasa sebagai respons terhadap kesedihan, bukan hanya ritual.
Tahukah kamu
Kata 'diambil' merujuk ke Yesaya 53:8
Kata Yunani aparthē (diambil paksa) adalah yang digunakan dalam terjemahan Septuaginta untuk Yesaya 53:8: 'Ia diambil dari negeri orang-orang hidup.' Bagi pendengar yang kenal Kitab Suci, ini sinyal yang sangat jelas.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Markus 2:20
Yesaya 53:8
Nubuatan tentang Hamba yang 'diambil' — kata yang sama
“Ia diambil dari penderitaan dan dari hukuman; siapa yang memikirkan nasibnya?”
Markus 8:31
Pemberitahuan eksplisit penderitaan Yesus
“Anak Manusia harus menderita banyak hal dan ditolak oleh tua-tua Yahudi, imam-imam kepala, serta ahli-ahli Taurat, dan dibunuh.”
Yohanes 16:20
Murid-murid berduka ketika Yesus diambil dari mereka
“Kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bersukacita; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Markus 2:20
✕ Sering dikira
Yesus hanya bicara tentang kepergian biasa, bukan kematian.
✓ Yang sebenarnya
Kata aparthē punya konotasi pengambilan paksa atau kekerasan — dan referensinya ke Yesaya 53:8 semakin memperjelas ini bicara tentang kematian-Nya.
✕ Sering dikira
Murid-murid diminta berpuasa setelah Yesus naik ke surga.
✓ Yang sebenarnya
Konteksnya lebih kepada masa duka setelah kematian Yesus — tapi kemudian berkembang menjadi praktik puasa komunitas Kristen mula-mula secara lebih luas.
Renungan
Renungan Singkat Markus 2:20
Ada masa-masa ketika kita merasa Tuhan 'jauh' atau saat-saat sulit. Puasa bisa menjadi cara untuk mengekspresikan kerinduan dan mencari Tuhan lebih sungguh-sungguh, mengingatkan kita untuk tidak bergantung pada kehadiran-Nya yang terasa, tapi pada iman.
Tuhan, ketika kami merasa jauh dari-Mu, mampukan kami untuk berpuasa dan berdoa sebagai bentuk kerinduan dan penantian akan hadirat-Mu. Amin.