Kekhawatiran di perjalanan tentang batu besar
Markus 16:3
Kubur Kosong dan Kebangkitan
“Mereka berkata satu kepada yang lain, “Siapa yang akan menggulingkan batu dari pintu masuk kuburan itu untuk kita?””Markus 16:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?"”Markus 16:3 · TB
Terjemahan Baru
“Di tengah jalan mereka berkata satu sama lain, "Siapakah yang dapat menolong kita menggeserkan batu penutup pada lubang kubur?" Sebab batu itu besar sekali. Tetapi setibanya di situ mereka melihat batu itu sudah terguling.”Markus 16:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Dalam perjalanan mereka membicarakan, “Siapakah yang akan menolong kita menggulingkan batu besar itu, supaya kita bisa masuk ke dalam kuburan?””Markus 16:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they said among themselves, Who shall roll us away the stone from the door of the sepulchre?”Markus 16:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Markus 16:3?
Saat dalam perjalanan, para wanita itu khawatir tentang siapa yang akan menggulingkan batu besar dari pintu kubur. Mereka tidak tahu bahwa Allah telah menyiapkan jalan, dan batu itu sudah terguling.
Latar belakang
Masalah praktis yang belum terpecahkan
Baru di tengah perjalanan mereka sadar ada satu masalah besar yang belum dipecahkan: batu penutup kubur itu berat sekali. Batu kubur orang kaya di zaman itu bisa berbobot satu ton lebih, berbentuk roda yang menggelinding di alur batu. Butuh beberapa pria dewasa untuk menggulingkannya. Tapi mereka tetap jalan — kasih mendorong mereka meski belum ada solusi.
Di mana
Jalan menuju kuburan di Yerusalem
Di perjalanan pagi buta menuju taman makam
Kapan
~30 M
Pagi kebangkitan, dalam perjalanan
Yang berbicara
Tiga Perempuan
Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, dan Salome
Kepada
Satu sama lain
sesama perempuan yang berjalan ke kuburan bersama
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἀποκυλίσει
apokulisai · menggulingkan
Menggelindingkan ke samping — kata yang spesifik untuk benda bundar yang digelindingkan, bukan sekadar diangkat atau dipindahkan.
λίθον
lithon · batu
Batu — dalam konteks ini batu kubur yang besar; kata yang sama dipakai Petrus saat Yesus menyebutnya 'petros' (batu karang).
θύρας
thyras · pintu masuk
Pintu atau lubang masuk — kubur pahatan di batu punya lubang masuk yang cukup untuk orang bungkuk masuk, ditutupi batu besar.
Pertanyaan mereka sangat konkret dan manusiawi — siapa yang akan gulingkan batu seberat itu? Ironinya, Allah sudah menyelesaikan masalah itu sebelum mereka tiba.
Tahukah kamu
Batu golel: roda batu yang digelindingkan
Kubur mewah seperti milik Yusuf dari Arimatea menggunakan 'golel' — batu bundar seperti roda yang ditempatkan di alur miring. Sekali dilepas, batu itu menggelinding ke bawah dan mengunci pintu dengan beratnya sendiri. Untuk membukanya, perlu didorong naik ke atas alur — pekerjaan yang butuh beberapa orang kuat.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Markus 16:3
Matius 28:2
batu terguling oleh malaikat
“Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang menggulingkan batu itu, lalu duduk di atasnya.”
Yohanes 11:38-39
batu kubur yang berat
“Yesus sangat terharu, lalu pergi ke kubur itu... Yesus berkata: Angkat batu itu!”
Yosua 10:18
batu menutup lubang batu
“Yosua memerintahkan: Gulingkan batu-batu besar ke mulut gua itu dan tempatkan beberapa orang di sana untuk menjaganya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Markus 16:3
✕ Sering dikira
Mereka bodoh karena tidak memikirkan soal batu sebelum berangkat
✓ Yang sebenarnya
Markus menunjukkan mereka sangat manusiawi — kadang kita baru sadar kendala di tengah jalan. Ini bukan kritik atas kepandaian mereka, tapi gambaran ketergantungan pada pertolongan lain.
✕ Sering dikira
Pertanyaan ini menunjukkan kurangnya iman
✓ Yang sebenarnya
Pertanyaan praktis tentang batu tidak ada hubungannya dengan iman. Mereka tetap datang meski belum punya jawabannya — justru itu menunjukkan tekad mereka.
Renungan
Renungan Singkat Markus 16:3
Kekhawatiran kita sering kali tidak perlu, karena Allah sudah mengetahui kebutuhan kita dan telah menyelesaikannya. Mari kita belajr untuk mempercayai pemeliharaan-Nya.
Ya Tuhan, lepaskan kami dari kekhawatiran dan beri kami iman untuk percaya bahwa Engkau sudah membuka jalan. Amin.