Pejalan menghujat Yesus sambil menggelengkan kepala
Markus 15:29
Hari Paling Gelap di Golgota
“Orang-orang yang sedang lewat di situ menghujat Yesus. Dengan menggelengkan kepala, mereka berkata, “Hai! Engkau yang akan meruntuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari,”Markus 15:29 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia, dan sambil menggelengkan kepala mereka berkata: "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari,”Markus 15:29 · TB
Terjemahan Baru
“Orang-orang yang lewat di situ menggeleng-gelengkan kepala dan menghina Yesus. Mereka berkata, "Hai, Kau yang mau merobohkan Rumah Allah dan membangunnya dalam tiga hari.”Markus 15:29 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Orang-orang yang melewati tempat itu mengejek Dia. Sambil menggeleng-gelengkan kepala, mereka berkata, “Hai kamu yang dulu mengaku bisa merobohkan rumah Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari saja!”Markus 15:29 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they that passed by railed on him, wagging their heads, and saying, Ah, thou that destroyest the temple, and buildest it in three days,”Markus 15:29 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Markus 15:29?
Ayat ini menceritakan orang-orang yang lewat menghujat Yesus sambil menggelengkan kepala, mengutip kata-kata-Nya tentang meruntuhkan Bait Allah dan membangunnya dalam tiga hari. Mereka mengejek Yesus karena tidak menyelamatkan diri-Nya sendiri. Ini menunjukkan bahwa mereka salah paham tentang misi Yesus, yang datang untuk menyelamatkan orang lain, bukan diri-Nya sendiri.
Latar belakang
Penghinaan dari orang-orang yang sekadar lewat
Golgota terletak dekat jalan yang ramai — ribuan peziarah Paskah bergerak ke dan dari Yerusalem. Mereka mengejek dengan menggelengkan kepala — isyarat penghinaan yang berakar kuat dalam tradisi Yahudi. Mereka menyindir klaim Yesus tentang Bait Allah yang sudah didengar selama minggu ini.
Di mana
Golgota — Yerusalem
Jalan yang lewat dekat bukit eksekusi — lalu lintas peziarah Paskah
Kapan
~30 M
Jumat pagi — selama penyaliban Yesus
Yang berbicara
Orang-orang yang lewat
pejalan kaki yang lalu-lalang melewati lokasi eksekusi
Kepada
Yesus
tergantung di salib, mendengar setiap kata
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐβλασφήμουν
eblasphēmoun · menghujat
Imperfek — terus-menerus menghujat. Kata yang sama untuk 'penghujatan' yang dituduhkan kepada Yesus di persidangan
κινοῦντες τὰς κεφαλὰς
kinountes tas kephalas · menggelengkan kepala
Isyarat penghinaan dan cemoohan yang berakar dalam budaya kuno — lihat Mazmur 22:7 dan Ratapan 2:15
παραπορευόμενοι
paraporeumenoi · lewat di situ
Sedang berjalan melewati — mereka tidak berhenti, hanya memberikan ejekan cepat sambil terus berjalan
'Eblasphēmoun' dalam imperfek menggambarkan arus penghinaan yang terus-menerus dari pejalan kaki yang lalu-lalang. Markus menempatkan ini tepat setelah nubuat Yesaya — kontras yang disengaja antara kebenaran nubuat dan ketidaktahuan para penghujat.
Tahukah kamu
Lokasi yang dirancang untuk malu publik
Romawi sengaja menempatkan salib di lokasi lalu lintas tinggi. Bukan bukit terpencil — di jalan utama agar sebanyak mungkin orang melihat dan merasa takut. Setiap orang yang lewat dari festival Paskah akan melihat Yesus di salib.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Markus 15:29
Mazmur 22:7-8
penggenapan kata per kata dari Mazmur 22
“Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya: 'Ia menyerahkan dirinya kepada TUHAN; biarlah Dia meluputkannya.'”
Ratapan 2:15
pola menggelengkan kepala sebagai penghinaan
“Semua orang yang lewat bertepuk tangan melihat engkau, bersiul dan menggelengkan kepala mereka terhadap putri Yerusalem.”
Lukas 23:35
Lukas mencatat penghinaan dari berbagai kelompok
“Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: 'Orang lain Ia selamatkan, biarlah Ia selamatkan diri-Nya sendiri.'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Markus 15:29
✕ Sering dikira
Klaim tentang Bait Allah yang mereka sindir adalah klaim palsu yang dibuat-buat.
✓ Yang sebenarnya
Yesus memang berkata sesuatu tentang Bait Allah (Yohanes 2:19) — tapi dalam konteks tubuh-Nya, bukan bangunannya. Orang-orang menyalahpahami dan memutarbalikkan perkataan-Nya.
✕ Sering dikira
Penghinaan ini terjadi dari kejauhan sehingga Yesus tidak mendengar.
✓ Yang sebenarnya
Mereka berteriak cukup keras untuk didengar Yesus — ini adalah ejekan yang sengaja ditujukan langsung kepada-Nya.
Renungan
Renungan Singkat Markus 15:29
Kita mungkin menghadapi ejekan atau kesalahpahaman ketika mengikuti Yesus. Ingatlah bahwa Yesus mengerti penderitaan kita, dan kita dapat bertahan karena tujuan kita adalah memuliakan Allah, bukan menyenangkan manusia.
Tuhan, ketika kami diejek karena iman kami, ingatkan kami bahwa Engkau juga diejek; berikan kami ketekunan untuk tetap setia kepada-Mu. Amin.