Pakaian dikembalikan, perjalanan ke Golgota dimulai
Markus 15:20
Hari Paling Gelap di Golgota
“Setelah mereka mengolok-olok Yesus, mereka melepaskan-Nya dari jubah ungu dan memakaikan pakaian-Nya sendiri. Lalu, mereka membawa Yesus keluar untuk menyalibkan Dia.”Markus 15:20 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah ungu itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. (15-20b) Markus 15.21–27 100 Kemudian Yesus dibawa ke luar untuk disalibkan.”Markus 15:20 · TB
Terjemahan Baru
“Sesudah mempermainkan Yesus, mereka membuka jubah ungu itu lalu mengenakan kembali pakaian-Nya sendiri. Kemudian Ia dibawa ke luar untuk disalibkan.”Markus 15:20 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sesudah mengejek Dia seperti itu, mereka melepaskan jubah ungu tadi dan menggantinya dengan pakaian Yesus sendiri. Lalu mereka membawa Dia keluar untuk disalibkan.”Markus 15:20 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And when they had mocked him, they took off the purple from him, and put his own clothes on him, and led him out to crucify him.”Markus 15:20 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Markus 15:20?
Setelah mengolok-olok, para prajurit melepaskan jubah ungu dan memakaikan pakaian Yesus sendiri, lalu membawa-Nya keluar untuk disalibkan. Ini menandai dimulainya perjalanan salib yang penuh penderitaan.
Latar belakang
Akhir dari sesi penghinaan, awal dari perjalanan kematian
Jubah ungu dilepas, pakaian sendiri dikembalikan — penghinaan seremonial selesai. Kini dimulai bagian berikutnya: iringan eksekusi melalui kota. Terpidana biasanya memikul palang horizontal salib sendiri melalui jalan kota sebagai tontonan publik yang memaksimalkan rasa malu.
Di mana
Pratorium → Jalan menuju Golgota, Yerusalem
Keluar dari gedung pengadilan, mulai berjalan di jalan kota
Kapan
~30 M
Jumat pagi — arak-arakan menuju eksekusi
Yang berbicara
Narator (Markus)
murid Petrus, bergerak cepat dari penghinaan menuju eksekusi
Kepada
Pembaca Injil Markus
pembaca yang mengikuti setiap langkah menuju salib
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐνέπαιξαν
enepaixan · mengolok-olok
Aorist — tindakan yang sudah selesai. Sesi penghinaan resmi sudah berakhir, fase berikutnya dimulai
ἐξέδυσαν
exedysan · melepaskan
Menanggalkan pakaian — jubah ejekan dilepas, Yesus kembali ke pakaian sendiri yang akan segera diundi
ἐξάγουσιν
exagousin · keluar
Present tense — membawa keluar secara aktif. Yesus tidak jalan sendiri; mereka yang menggerakkan Dia
Peralihan dari 'enepaixan' (aorist — selesai) ke 'exagousin' (present — sedang berlangsung) menandai transisi naratif yang jelas: fase penghinaan selesai, fase eksekusi aktif dimulai.
Tahukah kamu
Prosesi eksekusi sebagai pertunjukan publik
Romawi merancang prosesi eksekusi agar terlihat sebanyak mungkin orang. Itu sebabnya dilakukan di siang hari, di jalan utama kota, dengan tulisan tuduhan dibawa di depan. Ini adalah peringatan publik sekaligus hiburan massal.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Markus 15:20
Yohanes 19:16-17
Yohanes menekankan Yesus mulai memikul salib sendiri
“Maka Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan. Mereka menerima Yesus. Sambil memikul salib-Nya sendiri, Yesus pergi ke luar.”
Bilangan 15:35-36
terpidana dieksekusi di luar area kota
“Orang yang berdosa itu harus dibawa ke luar perkemahan dan dilempari batu oleh segenap jemaah.”
Ibrani 13:12
makna teologis dari eksekusi di luar kota
“Yesus juga menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Markus 15:20
✕ Sering dikira
Mengembalikan pakaian sendiri kepada Yesus adalah tindakan kebaikan dari prajurit.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah prosedur standar — pakaian terpidana akan diundi oleh prajurit, jadi perlu dibawa ke tempat eksekusi.
✕ Sering dikira
Yesus berjalan sendiri dengan bebas ke Golgota.
✓ Yang sebenarnya
Markus memakai kata 'exagousin' — mereka yang membawa keluar. Yesus diiring dan dikendalikan oleh prajurit.
Renungan
Renungan Singkat Markus 15:20
Yesus rela dipermalukan dan dibawa ke salib demi keselamatan kita. Ketika kita menghadapi penderitaan, kita bisa mengingat bahwa Dia telah membuka jalan melalui penderitaan-Nya.
Tuhan, saat aku merasa direndahkan atau menderita, ingatkan aku bahwa Engkau telah mengalami hal yang lebih berat untukku. Amin.